Kudus, isknews.com – Sebuah video berdurasi tiga detik beredar di media sosial dengan caption “Telah terjadi siswa SD 1 Getassrabi keracunan MBG.”
Video itu memperlihatkan mobil putih parkir di halaman sekolah, sementara sejumlah guru dan siswa tampak panik di sekitarnya.
Narasi pendek dalam video itu sontak menyebar cepat dan menimbulkan kekhawatiran publik.
Namun hasil pengecekan di lapangan memastikan kabar tersebut tidak benar.
Kapolsek Gebog, AKP Siswanto, menegaskan bahwa peristiwa di SD 1 Getassrabi bukan kasus keracunan makanan, melainkan kecelakaan lalu lintas.
“Bahwa yang sebenarnya terjadi adalah kecelakaan lalu lintas, di mana salah satu siswa SD 1 Getassrabi tertabrak sepeda motor warga yang sedang melintas di depan sekolah,” jelasnya, Jumat (7/11/2025).
Ia menuturkan, korban sempat dibawa ke ruang kelas untuk mendapat pertolongan pertama.
Pada saat bersamaan, mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) datang ke sekolah untuk mengambil alas makan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman dalam video yang beredar.
“Korban sudah dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk mendapatkan perawatan,” lanjut AKP Siswanto.
Kontan, suasana sekolah menjadi ramai.
Sejumlah aparat gabungan dari Polsek Gebog, TNI, intel, petugas Dinas Pendidikan, aparatur desa, dan kecamatan serta puluhan awak media berdatangan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Mereka juga melakukan klarifikasi langsung kepada kepala sekolah dan para guru guna meluruskan kabar yang terlanjur viral.
Sementara itu, Rahmadi, salah satu warga setempat, mengaku heran dengan munculnya informasi palsu tersebut.
Ia menilai penyebaran kabar semacam ini bisa menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di masyarakat.
“Saya heran siapa dan dari mana pihak yang menyebarkan video itu. Ini persoalan sensitif, seharusnya diklarifikasi dulu sebelum disebarkan,” ujar Rahmadi.
Kapolsek Gebog mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi di media sosial yang belum terverifikasi kebenarannya.
Ia menegaskan pentingnya sikap bijak dalam bermedia agar tidak menimbulkan dampak sosial yang merugikan.
“Semoga tidak ada lagi yang menyebarkan informasi hoaks. Saring dulu sebelum dibagikan,” tutupnya. ( YM/YM)






