Kunjungi Pasar Babe, Sayid Apresiasi Pedagang Soal Penerapan Protokol Kesehatan

oleh

Kudus, isknews.com – Berkaca pada sangsi penutupan pasar Kliwon Kudus selama 2 hari yang dijatuhkan Pemkab Kudus terhadap Pasar Kliwon, akibat dinilai tak mematuhi penerapan aturan protokol kesehatan.

Anggota DPRD Kudus yang juga anggota Komisi D DPRD Kudus, Sayid Yunanta bersama sejumlah perangkat, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Jati Wetan melakukan kunjungan ke Pasar Barang Bekas (Babe) di kawasan yang dulunya adalah eks Pasar hewan Jati Kudus.

Sayid yang juga ketua DPD PKS Kudus ini mengatakan bahwa, kunjungannya bersama perangkat Desa Jati Wetan ini dalam rangka untuk melihat sejauh mana penerapan protokol kesehatan di Pasar barang bekas yang juga satu kompleks dengan pasar burung ini.

Anggota DPRD Kudus, Sayid Yunanta saat mengunjungi Pasar Barang Bekas Jati Wetan untuk melihat kepatuhan pedagang dan pengunjung terapkan protokol kesehatan (Foto: YM)

“Pertama kami memang ingin melihat secara langsung penerapan protokol kesehatan di pasar, apakah sudah benar-benar secara konsisten diterapkan oleh teman-teman kita para pedagang di pasar,” kata dia.

Jangan sampai akibat lemahnya kepatuhan pada konsistensi penerapan protokol kesehatan sehingga terpaksa nereka diberi sangsi oleh pemerintah, karena itu tentu saja akan merugikan mereka.

“Ini yang harus kita laksanakan bersama-sama, siapa pun untuk saling mengingatkan. Oleh karena itu perlu ada pihak-pihak yang senantiasa mengingatkan. Alhamdulillah pada kunjungan ini terlihat mereka sudah pada membawa masker, namun sayangnya masih ada beberapa yang tidak dipakai,” Kata dia.

Ini semua menurutnya akan selesai kalau semua secara sadar melaksanakan kedisiplinan, bahkan besok kalau sudah kondisi normal sekalipun.

Para pengunjung pasar harus melewati portal spryer untuk bisa memasuki kawasan Pasar Babe (Foto: YM)

“Mungkin sampai nanti virus itu masih akan ada. Kalau perilaku-perilaku penerapan protokol kesehatan masih dijaga, insya Allah kita bisa meminimalkan resikonya, itu yang kita lakukan sekarang ini,” tutur Sayid yang juga putra warga Desa Jati Wetan ini.

“Jadi kebiasaan kebiasaan itu harus kita mulai terapkan di masyarakat,” tuturnya.

Hasil pemantauannya di Pasar ini, menurutnya 85 persen warga sudah menyadari pentingnya penerapan protokol kesehatan.

“Saya apresiasi pada semuanya para pedagang, Dinas Perdagangan, aparat Kecamatan dan Desa setempat, karena sudah ada sosialisasi yang baik kepada para pedagang dalam penerapan social distancing dan physical distancing, ini,” kata dia.

Dari pandangan mata media ini, terlihat para pengunjung pasar diwajibkan masuk melintasi melalui portal berpenyemprot cairan anti oksidan yang dijaga oleh para petugas pasar.

Sementara Jayadi, salah seorang pedagang di Pasar Babe, dirinya dan para pedagang pasar ini telah siap menerapkan aturan new normal dengan menaati protokol kesehatan yang ada.

“Sekarang sebagian besar dari kami, baik pedagang maupun pengunjung sudah mengenakan masker,” tegas Jayadi.

Bagi pedagang dan para pengunjung yang nantinya tidak menggunakan masker katanya, akan diminta untuk membeli masker yang banyak dijual dipinggir jalan dekat pasar.

“Dengan mendukung kebijakan pemerintah kami berharap aktivitas ekonomi secara bertahap akan bisa memulihkan roda perekonomian pedagang di pasar ini,” ungkap dia.

Dia mengatakan pihaknya berjanji akan terus berupaya mematuhi protokol kesehatan demi kebaikan dan kesehatan bersama. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :