Kupatan Di Bulusan Kudus Ratusan Pengunjung Berebut Gunungan Ketupat Dan Lepet

oleh -1,231 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Ribuan pengunjung memadati arena Kupatan Bulusan, Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Ahad (02/07). Massa yang diperkirakan tidak hanya dari desa-desa di Kecamatan Jekulo, melainkan juga dari kecamatan lain itu, mulai berdatangan sejak pukul 07:00 wib. Bagi warga desa setempat, tujuannya adalah menyaksikan kirab gunungan dan memperebutkan isinya, sedangkan bagi masyarakat umum, adalah untuk mencari hiburan dan belanja dengan berbagai wahana permainan dan ratusan PKL yang ada di lokasi kupatan tersebut.

Berebut gunungan yang isinya ketupat, lepet dan hasil pertanian, memang yang paling ditunggu-tunggu ratusan warga masyarakat di acara tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap H+7 lebaran itu. Mereka sudah menunggu di halaman pendopo Makam Mbah Dudo, tempat gunungan yang terdiri dari dua buah itu, dijarah secara beramai-ramai. Hadir di pendopo itu, Camat Jekulo Dwi Yusi Sasepti, unsur Forkompinda Kecamatan Jekulo, Kepala Desa Hadipolo Wawan Setiyawan beserta sejumlah perangkat.

Sebelum dimulainya prosesi Tradisi Budaya Kupatan Bulusan, dua gunungan diarak dari halaman belakang RM Bambu Wulung. Diawali kesenian Reog Ponorogo, dua gunungan ini diarak menyusuri jalan desa sepanjang sekitar 500 meter, berakhir di halaman pendopo Makam Mbah Dudo. Setelah sekitar 30 kesenian reog menampilkan atraksinya, prosesi pun dimulai, didahului acara seremonial sambutan Ketua Panitia Kupatan Bulusan 2017, Khamludin dan Kepala Desa Hadipolo, Wawan Setiyawan.

Sampailah pada acara inti prosesi, yakni penyerahan secara simbolis sebagian dari Camat Jekulo Dwi Yusi Sasepti kepada juru kunci makam, Sudasih, berikut unsur Forkompinda. Prosesi selanjutnya, adalah pemberian makan kepada bulus yang ada di belakang Makam Mbah Dudo, oleh Sudasih. Makanan yang diberikan adalah bagian dari isi gunungan, berupa ketupat, lepet dan hasil pertanian. Usai doa yang dipimpin oleh Kya Sirijuddin, massa pun merangsek maju ke arah dua gunungan, saling memperebutkan isinya, sehingga dalam tempo 10 menit, isi gunungan itu pun ludes.

Menurut Khamludin, selain reog sebagai hiburan utama di perayaan Tradisi Kupatan Bulusan, juga disajikan hiburan kesenian campur sari dan wayang kulit. Dua pertunjukkan itu dipentaskan di atas panggung yang didirikan di pertigaan jalan menuju makam. Terkait banyaknya pengunjung, pihak panitia sudah memperkirakan, agar bisa terjaring dan masuk semuanya ke arena kupatan, panitia mencetak tiket sebanyak 5000 lembar, harga per lembar Rp 5000. “Target kami tiket bisa terjual semuanya. Pada pelaksanaan kupatan 2016 lalu, dari target sebesar Rp 50 juta, realisasinya sebesar Rp 37,5 juta.”

Sementara itu, Kepala Desa Hadipolo, Wawan Setiyawan, dalam keteranganya mengatakan, dari semua jalannya Prosesi Budaya Kupatan Bulusan, mulai dari kirab gunungan, seremonial yang dihadiri pejabat kabupaten serta kecamatan, pemberian makan ketupat dan lepet kepada bulus, hingga rebutan gunungan oleh massa, bukan tidak mungkin tradisi kupatan di Bulusan itu, bisa diangkat sebagai potensi wisata budaya di Kabupaten Kudus. Sehubungan dengan hal itu, pihaknya mengimbau kepada Pemkab Kudus, melalui Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar), agar ada perhatian. “Misalnya dengan menganggarkan di APBD Kabupaten Kudus, untuk pengembangan potensi di Sumber Hadipolo, sebagai salah satu obyek wisata andalan di Kudus.”(DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :