Lansia, Stroke, dan Karung Beras: Cerita Kemanusiaan di Balik TMMD

oleh -155 Dilihat
Penyaluran bantuan dari pemerintah pusat melalui TNI di desa Kandangmas, Dawe, Kudus. Rabu (30/7/2025). (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Di tengah semangat pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, ada potret-potret kecil yang menyentuh hati.

Di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, Kudus, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 tak hanya menyisakan jejak beton dan jalan baru—tetapi juga kisah kemanusiaan yang sederhana namun bermakna.

Rabu, 30 Juli 2025, Gedung Serbaguna Desa Kandangmas ramai oleh warga yang antre menerima bantuan pangan dari pemerintah pusat.

Masing-masing warga miskin menerima dua karung beras seberat total 20 kilogram.

Bagi sebagian orang, membawa pulang dua karung itu bukan perkara sulit.

Namun tidak demikian bagi Jaminah, seorang perempuan lanjut usia dari Dukuh Sintru.

Tubuh Jaminah yang renta tampak rapuh saat berdiri di depan karung berasnya.

Tapi ia tak dibiarkan sendirian. Seorang anggota Satgas TMMD sigap menghampiri, membawakan beras ke kendaraan dan menawarkannya untuk mengantar hingga ke rumah.

Dengan mata berbinar, Jaminah hanya berkata singkat, “Senang, nanti bisa buat makan.”

Cerita yang lebih menyentuh datang dari Sutarman, warga Dukuh Masin.

Pria paruh baya itu sudah setahun terakhir terserang stroke, membuat tubuh kirinya lemah.

Membawa dua karung beras ke sepeda motor pun jadi perjuangan tersendiri.

Namun sekali lagi, para anggota TNI hadir bukan hanya sebagai prajurit, tetapi sebagai sahabat bagi warga.

Sutarman dibantu memindahkan beras ke kendaraannya. Meski ditawari untuk diantar hingga ke rumah, ia menolak dengan halus.

“Terima kasih sudah dibantu. Ini dapat beras rasanya senang, alhamdulillah,” tuturnya pelan, penuh rasa syukur.

Tak jauh dari sana, Eni Zuliati, ibu rumah tangga dari Dukuh Sekandang, juga mengaku sangat terbantu.

Selain menerima beras untuk keluarganya, ia juga ditolong saat menyeberang jalan.

“Terima kasih, Pak,” katanya, sambil tersenyum ke arah prajurit TNI yang baru saja meletakkan karung beras ke motornya.

Di balik fisik yang gagah dan seragam loreng, para anggota Satgas TMMD Reguler ke-125 menunjukkan sisi kemanusiaan yang lembut.

Mereka bukan sekadar pelaksana proyek pembangunan, melainkan juga jembatan empati bagi warga yang membutuhkan.

Program TMMD di Kandangmas masih akan berlangsung hingga 21 Agustus 2025.

Selama itu pula, semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus hidup di desa ini—bukan hanya lewat bangunan yang ditinggalkan, tapi juga melalui kenangan kebaikan yang melekat di hati warganya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :