Lestari Moerdijat Ungkap Potensi Besar Situs Patiayam, Dorong Museum Prasejarah di Kudus

oleh -285 Dilihat
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.COM – Potensi Situs Patiayam di Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan sebagai pusat edukasi sejarah dan prasejarah. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pun mendorong agar kawasan tersebut nantinya memiliki museum prasejarah yang dapat memperkenalkan warisan peradaban kepada masyarakat.

Lestari mengatakan, berbagai temuan yang berada di Situs Patiayam belum seluruhnya berhasil diungkap. Oleh sebab itu, penelitian dan penggalian di kawasan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengetahui lebih banyak jejak kehidupan manusia pada masa lampau.

“Patiayam ini sesuatu yang masih harus dilakukan penggalian terus-menerus. Kita belum selesai mengupas apa yang ada di Patiayam untuk menunjukkan bahwa Patiayam adalah bagian penting dari jejak peradaban,” ujar Lestari dalam Forum Diskusi Aktual Berbangsa dan Bernegara MPR RI bertema Ilmu Pengetahuan, Warisan Peradaban, dan Masa Depan Indonesia: Patiayam sebagai Laboratorium Kebangsaan di Situs Ngasinan, Patiayam, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, nilai penting Patiayam tidak hanya berkaitan dengan sejarah. Kawasan tersebut juga berpotensi menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan serta sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami perjalanan panjang peradaban manusia.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Lestari mengajak berbagai pihak terlibat dalam pengembangan Patiayam. Kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Kudus, lembaga penelitian, perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat diperlukan agar penelitian serta pelestarian situs dapat berjalan beriringan.

“Harapan saya, apa yang sudah dilakukan bisa menjadi bentuk contoh kerja kolaborasi,” katanya.

Lestari menyebut pemerintah pusat juga telah memberikan dukungan terhadap pengembangan Situs Patiayam. Salah satunya melalui anggaran APBN yang digunakan untuk penataan tata pamer serta perbaikan minor bangunan di kawasan tersebut.

Ia menilai penyajian hasil penelitian dan temuan di Patiayam perlu dibuat lebih menarik dan informatif. Dengan demikian, pengunjung dapat memahami nilai penting situs tanpa harus membaca informasi yang terlalu panjang.

“Highlight hasil temuan di sini bisa kita sajikan di sana. Kalau ingin tahu lebih jauh bisa ke Museum Situs,” jelasnya.

Dorong Status Situs Nasional

Selain mendorong pembangunan museum prasejarah, Lestari juga berharap status Situs Patiayam dapat ditingkatkan menjadi situs nasional. Ia menyebut proses tersebut masih membutuhkan penyelesaian sejumlah persoalan administratif.

Menurutnya, peningkatan status dapat memperkuat perhatian terhadap penelitian dan pelestarian Patiayam. Potensi sejarah yang tersimpan di kawasan tersebut juga diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Lestari berharap keberadaan museum prasejarah nantinya dapat menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan Situs Patiayam. Museum tersebut dapat menjadi ruang edukasi sekaligus tempat untuk mengenalkan berbagai hasil penelitian dan temuan prasejarah kepada generasi muda.

“Salah satu jejak kehidupan prasejarah itu ada di sini. Nah, itu yang harus terus diteliti lagi,” pungkasnya.

Pengembangan Situs Patiayam diharapkan tidak hanya berorientasi pada pelestarian benda-benda bersejarah. Lebih dari itu, kawasan tersebut dapat menjadi laboratorium pembelajaran yang menghubungkan penelitian, pendidikan dan pengenalan warisan peradaban kepada masyarakat.

Dengan penelitian yang terus diperkuat dan dukungan lintas pihak, Patiayam berpeluang menjadi salah satu pusat edukasi prasejarah di Kudus sekaligus destinasi yang memperkenalkan sejarah panjang peradaban manusia. (AS/YM)