Lewat Bedah Buku, GMNI Kudus Gaungkan Semangat Juang Bung Karno

oleh -539 Dilihat
Foto: Dok. GMNI Kudus

KUDUS, ISKNEWS.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kudus menggaungkan kembali semangat juang Bung Karno melalui kegiatan bedah buku Mentalitet Korea: Semakin Terbanting, Semakin Melenting. Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian peringatan Bulan Bung Karno sekaligus wadah penguatan karakter bagi mahasiswa dan pelajar.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Kudus, M. Najibul Faiz, mengatakan bedah buku dipilih sebagai penutup rangkaian kegiatan karena dinilai mampu menjadi ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai perjuangan Bung Karno yang tetap relevan dengan kondisi saat ini.

Menurutnya, sepanjang Bulan Bung Karno, GMNI Kudus telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari lomba pidato hingga lomba esai yang diikuti pelajar tingkat SMA, MA, dan sederajat dari wilayah Muria Raya. Seluruh rangkaian itu dirancang bukan hanya sebagai kompetisi, melainkan juga sebagai media pembelajaran mengenai ajaran marhaenisme dan semangat kebangsaan.

“Kami ingin Bulan Bung Karno tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Melalui lomba dan bedah buku ini, kami berupaya memberikan pengetahuan sekaligus membangun karakter generasi muda agar memiliki semangat juang dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan,” ujarnya.

Buku yang dibedah merupakan karya Putut yang mengangkat gagasan Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Jawa Tengah, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul. Buku tersebut mengulas konsep Mentalitet Korea sebagai gambaran karakter kaum marhaen yang memiliki daya juang tinggi, tangguh menghadapi tekanan, serta mampu bangkit dari berbagai keterbatasan.

Najib menjelaskan, tema tersebut dipilih karena sejalan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga dinamika kebijakan yang terus berlangsung, mahasiswa dan pelajar dinilai membutuhkan ketangguhan mental agar mampu beradaptasi sekaligus tetap memiliki arah perjuangan.

“Harapannya, peserta bisa menyerap semangat yang disampaikan para narasumber. Seperti pesan Bung Karno, ‘Ambillah apinya, jangan abunya’. Kami ingin semangat perjuangan itu tetap menyala dalam diri generasi muda,” katanya.

Diskusi menghadirkan langsung penulis buku, Putut, sebagai narasumber utama. Selain itu, hadir pula anggota DPD RI, Casytha Arriwi Kathmandu, yang juga merupakan putri Bambang Wuryanto. Kehadirannya memberikan perspektif mengenai nilai-nilai perjuangan yang menjadi dasar lahirnya gagasan dalam buku tersebut.

Sementara itu, Ketua Persatuan Alumni (PA) GMNI Kabupaten Kudus, Yusuf Roni, mengapresiasi konsistensi kader GMNI dalam menghadirkan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas generasi muda. Menurutnya, penguatan karakter menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

Ia menilai isi buku Mentalitet Korea memberikan banyak pelajaran mengenai pentingnya membangun pribadi yang tangguh, kreatif, inovatif, dan disiplin. Karakter tersebut dinilai menjadi bekal utama bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Nilai-nilai yang ada di dalam buku Mentalitet Korea sangat relevan sebagai bekal bagi kader GMNI maupun generasi muda secara umum dalam menghadapi tantangan kehidupan,” ujarnya.

Yusuf juga menyoroti kecenderungan sebagian generasi muda yang menginginkan hasil secara instan. Padahal, menurutnya, setiap keberhasilan membutuhkan proses panjang, ketekunan, serta konsistensi dalam memperjuangkannya.

Ia mencontohkan filosofi bidak pion dalam permainan catur yang diulas dalam buku tersebut. Meski memiliki langkah terbatas, pion dapat berubah menjadi bidak dengan kekuatan besar apabila mampu mencapai ujung papan. Filosofi itu menjadi gambaran bahwa kesuksesan hanya dapat diraih melalui proses yang dijalani dengan penuh kesabaran dan keteguhan.

“Filosofi itu mengajarkan bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Dibutuhkan konsistensi, ketekunan, dan keteguhan hati untuk mencapai cita-cita yang diinginkan,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, GMNI Kudus berharap semangat perjuangan Bung Karno tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga terus hidup dalam sikap dan karakter generasi muda yang memiliki daya juang tinggi, berpikir kritis, serta siap menghadapi tantangan di masa depan. (AS/YM)