Liburan Tak Melulu Wisata, Perpusda Kudus Jadi Pilihan Rekreasi Edukatif

oleh -405 Dilihat
Suasana Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kudus dipenuhi pengunjung yang memanfaatkan masa libur sekolah untuk membaca, belajar, dan mengikuti berbagai kegiatan edukatif, Selasa (7/7/2026). (Foto: Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM)

KUDUS, ISKNEWS.com – Menghabiskan masa liburan tidak selalu harus pergi ke tempat wisata. Bagi banyak warga, khususnya pelajar dan keluarga, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Kudus kini menjadi alternatif rekreasi edukatif yang menawarkan suasana nyaman, beragam koleksi bacaan, hingga berbagai kegiatan kreatif tanpa dipungut biaya.

Meningkatnya minat masyarakat terlihat dari jumlah kunjungan yang terus bertambah selama libur sekolah. Setiap harinya, Perpusda Kudus menerima sekitar 200 hingga 300 pengunjung, bahkan pada hari tertentu jumlahnya mampu menembus lebih dari 300 orang.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus, Mutrikah, mengatakan lonjakan tersebut menjadi bukti bahwa perpustakaan tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat membaca buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, berkegiatan, dan mengisi waktu luang secara produktif.

“Jumlah pengunjung berkisar 200 sampai 300 orang setiap hari. Bahkan kemarin mencapai lebih dari 300 pengunjung,” ujarnya saat ditemui, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, masyarakat yang datang memiliki beragam tujuan. Ada yang menikmati koleksi buku di ruang baca, mengerjakan tugas sekolah, berdiskusi bersama teman, hingga mengikuti berbagai pelatihan keterampilan yang rutin diselenggarakan oleh Perpusda.

Untuk menambah daya tarik, pihaknya terus menghadirkan program-program edukatif yang dapat diikuti secara gratis oleh masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pengunjung tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan kreativitas selama masa liburan.

“Kami ingin masyarakat memanfaatkan waktu libur dengan kegiatan yang positif. Datang ke perpustakaan tidak perlu mengeluarkan biaya, tetapi tetap bisa berekreasi sekaligus mendapatkan ilmu dan pengalaman baru,” kata Mutrikah.

Berbagai pelatihan yang tersedia di antaranya kelas merajut, membuat kerajinan dari pipe cleaner, hingga kelas menggambar. Program-program tersebut mendapat respons positif, terutama dari kalangan pelajar yang memanfaatkan liburan untuk mengasah keterampilan di luar kegiatan belajar di sekolah.

Selain menghadirkan aktivitas menarik, Perpusda Kudus juga terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Jam operasional diperpanjang pada hari kerja, yakni Senin hingga Jumat pukul 07.30–19.00 WIB, sedangkan Sabtu dan Minggu buka pukul 07.30–12.00 WIB.

Fasilitas pendukung seperti ruang baca yang nyaman, musala, toilet, serta area yang ramah bagi pengunjung turut menjadi perhatian agar masyarakat merasa betah selama berada di perpustakaan.

Mutrikah menambahkan, pihaknya akan terus berinovasi menghadirkan program-program yang mampu menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan. Dengan demikian, Perpusda Kudus diharapkan semakin berkembang sebagai pusat literasi sekaligus destinasi rekreasi edukatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (AS/YM)