Kudus, isknews.com – Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) ke-26 tingkat Kabupaten Kudus resmi digelar pada Sabtu (27/9/2025) di SD 1 dan 2 Ngemplak, Kecamatan Undaan. Sebanyak 306 peserta dari sembilan kecamatan berkompetisi dalam ajang bergengsi ini, yang mempertandingkan 13 cabang lomba.
Ketua KKG PAI SD Kabupaten Kudus sekaligus Ketua Panitia, Purwohadi Kusumo, menjelaskan bahwa para peserta yang tampil di tingkat kabupaten merupakan juara pertama dari masing-masing kecamatan. Sebelumnya, babak penyisihan telah digelar di sembilan kecamatan dengan total lebih dari 4.000 peserta.
“Di tingkat kabupaten ini, ada 306 peserta yang bersaing pada 13 cabang lomba. Nantinya akan dipilih juara 1, 2, dan 3, dan khusus juara 1 akan mewakili Kudus di ajang MAPSI tingkat Jawa Tengah di Purbalingga pada 17–19 Oktober 2025 mendatang,” ujar Purwohadi.

Adapun cabang lomba yang dilaksanakan antara lain baca tulis Al-Qur’an, sholat dan wudhu, tilawah, hifdzil Qur’an, khitobah, cerita islami, kaligrafi, khat, adzan, duet religi, hingga rebana. Menurut Purwohadi, animo peserta dan dukungan pendamping tahun ini sangat tinggi, bahkan melebihi tahun sebelumnya.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Jumlah peserta sama dengan tahun lalu, tapi pengiring dan pendamping jauh lebih banyak. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk mendukung anak-anak dalam berkompetisi di bidang agama,” tambahnya.
Ia berharap para juara dari Kudus mampu mengulang prestasi tahun-tahun sebelumnya, bahkan bisa menorehkan hasil yang lebih baik. “Target kami minimal masuk tiga besar di tingkat Jawa Tengah, syukur-syukur bisa menjadi juara pertama. Karena beberapa tahun lalu Kudus pernah meraih prestasi membanggakan di tingkat provinsi,” tegasnya.
Kegiatan pembukaan MAPSI ke-26 tingkat Kabupaten Kudus dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Disdikpora Kudus Harjuna Widada, SH, Kepala Kantor Kemenag Kudus H. Sonny Wardana, S.Ag., M.Pd, Kepala Desa Ngemplak Undaan, Korwil Pendidikan se-Kabupaten Kudus, serta pengurus KKG PAI SD dari kabupaten hingga kecamatan.
Menurut Purwohadi, penyelenggaraan MAPSI tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga sarana dakwah dan pengembangan kreativitas siswa. “MAPSI ini bagian dari syiar Islam, sekaligus wadah bagi anak-anak untuk mengasah keterampilan dan mental berkompetisi,” pungkasnya. (AS/YM)








