Mahasiswa KKN UMK dan Posyandu Mawar Singocandi Gencarkan Edukasi Gizi Cegah Stunting

oleh -116 Dilihat
Foto: Dok. KKN UMK

Kudus, isknews.com – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muria Kudus bekerja sama dengan Posyandu Mawar Singocandi menggelar kegiatan bertajuk “Strategi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Menuju Generasi Sehat”, yang berlangsung di Posyandu Mawar, Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Kegiatan ini dimulai pukul 16.00 WIB dan dihadiri oleh ibu hamil, kader posyandu, serta masyarakat setempat, Jum’at (8/8/2025).

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kudus. Kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan fisik anak, menurunkan kecerdasan, dan berdampak buruk pada kualitas hidup anak di masa depan. Melalui kegiatan ini, tim KKN dan Posyandu berupaya memberikan edukasi gizi serta bantuan makanan tambahan bergizi sebagai langkah preventif.

Bidan Desa Singocandi, Reny, memberikan penyuluhan mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang disebutnya sebagai periode emas tumbuh kembang anak. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para ibu lebih sadar tentang pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin,” ujarnya.

Selain penyuluhan, tim KKN bersama kader posyandu juga melakukan pendataan anak-anak stunting dan membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa telur, mentega, dan puding. Makanan tersebut dipilih karena mengandung protein hewani, lemak sehat, dan energi yang mendukung pertumbuhan anak.

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat. Para ibu mengaku terbantu dengan adanya pembagian PMT yang praktis dan disukai anak-anak. “Kami sangat senang karena anak-anak bisa mendapatkan tambahan gizi yang praktis dan bermanfaat,” ujar salah satu warga.

Koordinator Desa KKN, Anjar Seto Kumoro, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka stunting di Desa Singocandi. Ia menekankan bahwa edukasi gizi dan PMT, meskipun sederhana, dapat menjadi langkah awal membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Dengan dukungan anggaran swadaya dari tim KKN serta kolaborasi antara mahasiswa, kader posyandu, dan pemerintah desa, kegiatan ini berjalan lancar. Program ini menjadi bukti bahwa sinergi berbagai pihak dapat membawa perubahan positif dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. (*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :