Marak Isu Virus Corona, Jahe Merah Banyak Diburu Warga Kudus

oleh -349 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Kabar masuknya virus corona yang disampaikan langsung oleh Presiden terus menjadi perbincangan, warga indonesia sendiri memiliki cara untuk meminimalisir terjadinya penularan virus tersebut, diantaranya dengan mengkonsumsi minuman tradisional yakni jahe merah. Jahe merah dan empon empon lainnya diyakini dapat menningkatkan kekebalan tubuh.

Dipasar tradisional Kudus jahe merah mulai diburu oleh masyarakat Kudus, Sri Wahyuni warga mlati Kudus mengaku, sebelumnya dirinya sudah terbiasa dengan mengkonsusi minuman jahe biasa, namun setelah mendapatkan kabar bahwa jahe merah dapat menangkal virus corona, maka dia beralih untuk mengkonsumsi jahe merah dengan tambahan rempah rempah lainnya.

Seorang pedagang Jahe Merah dan empon=empon di Pasar Kliwon (foto: YM)

Sri Wahyuni yang terbiasa dengan konsumsi minuman herbal tersebut tidk merasa takut, dengan masukknya virus tersebut, hanya saja dia khawatir jika nantinya jahe merah dipasaran mulai langka dan sulit didapatkan dipasaran.

Sejumlah masyarakat di Kudus mulai memburu jahe merah dan temulawak. Masyarakat percaya ramuan rempah tradisional atau biasa disebut empon-empon ini mampu menangkal virus korona.

“Saat ini pasokan jahe merah dan temulawak kurang. Barang di lapak habis diborong pembeli,” ujar Lastri, salah satu pedagang empon-empon di Pasar Kliwon Kudus, Kamis, 5 Maret 2020.

Menurutnya, di tengah hebohnya virus korona, pembeli empon-emponan meningkat drastis. Ia menduga untuk jahe merah dan temulawak banyak dibeli sebagai bahan jamu untuk meningkatkan stamina tubuh

“Jahe merah dan temulawak dibeli pelanggan rata-rata sehari 7-10 kilo. Tapi dalam dua hari terakhir sebanyak 15-20 kg telah habis diborong. Bahkan permintaan masih ada,” tambahnya.

Dokter Guntur Aryo Puntodewo dari RS ‘Aisyiyah Kudus (YM/YM)

Ia menambahkan akibat tingginya permintaan, saat ini harga sejumlah rempah-rempah mulai naik. Jika sebelumnya harga jahe merah Rp40 ribu per kg sekarang naik menjadi Rp60 ribu per kg, jahe emprit dari Rp35 ribu/kg naik menjadi Rp40 ribu/kg, dan temulawak dari Rp8 ribu/kg naik menjadi Rp10 ribu/kilo. 

Empon-empon yang harganya masih stabil, yakni kunyit dikisaran Rp10 ribu/kg, laos Rp8 ribu/kilo, dan sereh masih Rp2 ribu/ikat isi 7 tunas s/d 8 tunas,” tuturnya. 

Sementara itu dokter Guntur Aryo Puntodewo dari RS ‘Aisyiyah Kudus membenarkan hal tersebut, dengn mengkonsumsi minuman jahe merah, nantinya akan dapat meningkatkan kekebalan tubuh tersebut, sehingga imun tubuh dapat meningkat.

“Pasalnya jahe merah sendiri memiliki sifat anti oksidan dan sebagai peningkat daya ahan tubuh, sehingga jika kekebalan tubuh meningkat, virus akan sulit untuk masuk ketubuh manusia,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.