Masan: Tugas Pemdes Ajak Warga Kerja Bakti dan Peduli Kebersihan Sungai

oleh -198 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Semestinya warga tak hanya mengandalkan TNI dan segala unsur relawan dalam kerja bakti bersih-bersih sungai di wilayahnya, semua pihak harus aktif terlibat bersama dan jangan hanya menjadi penonton.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kudus, Masan, saat disinggung terkait rendahnya partisipasi warga dalam setiap kegiatan kerja bakti di Desa Kesambi bersama unsur anggota Forkopimda yang lain.

Selain partisipasi warga, dirinya juga mendesak pemerintah desa, terutama desa di wilayah Kudus bagian atas untuk mengedukasi masyarakatnya agar tidak membuang sampah di sungai.

“Sebenarnya sampah dari atas inilah yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir di wilayah Kudus. Seharusnya persoalan sampah ini tugas kepala desa. Maka ajak warganya untuk kerja bakti dan peduli terhadap kebersihan sungai,’’ ujar Masan, Kamis (05/11/2020).

Sedang soal rehabilitasi sungai, Dia menegaskan, Pemkab Kudus sudah siap untuk melakukan pembersihan hingga normalisasi sungai. Bahkan anggarannya pun telah disiapkan.

Namun demikian, pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak karena rehabilitasi sungai itu merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

‘’Kalau diberi izin kami siap bangun. Kita (Pemkab Kudus) juga akan siapkan anggaran, jika di sana (BBWS Pemali Juana) tidak ada anggaran,’’ jelasnya.

Sambung Masan, jika rehabilitasi sungai itu tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah daerah, pihaknya mengusulkan agar disetiap perbatasan desa dibuat saringan sungai.

Terutama perbatasan desa di Kudus bagian atas. Pihaknya meyakini, jika arus sungai bisa lancar tidak akan terjadi tanggul jebol dan banjir.

‘’Soal sampah itu nanti menjadi tanggung jawab masing-masing desa,’’ tandasnya.

Disinggung soal anggaran pembuatan jaring sampah di sungai itu, Masan memperkirakan dibutuhkan anggaran sekitar Rp 500 juta. Namun untuk saat ini pihaknya belum bisa memberikan anggaran tersebut karena terganjal soal kewenanangan.

Ketua DPRD Kudus, Masan, dalam kegiatan kerja bakti resik-resik sungai di Desa Kesambi bersama unsur anggota Forkopimda (Foto: YM)

“Jika pembuatan jaring itu masih tidak diperbolehkan, harus ada solusi yang tepat,’’ tegasnya.

Terpisah, Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri mengatakan, setiap musim penghujan tiba, air Sungai Piji di Desa Kesambi selalu limpas karena arus sungai tersumbat sampah kiriman dari hulu. Untuk itu pihaknya mendesak pemerintah agar segera mencarikan solusi terbaik, untuk mengentaskan persoalan tersebut.

‘’Jika tidak anggaran, warga siap iuran untuk melakukan pengerukan di Sungai Piji,’’ kata Masri.

Tidak hanya itu, kata Masri, jika mendapat izin dari pihak berwenang, Pemdes Kesambi pun siap melakukan perbaikan jembatan. Terutama jembatan yang masih memiliki pilar atau tiang jembatan.

‘’Tetapi sampai saat ini kami belum mendapat izin untuk melakukan itu,’’ pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.