Kudus, isknews.com – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus memastikan kegiatan belajar mengajar pada hari pertama masuk sekolah, Senin 30 Maret 2026, tetap dilaksanakan secara tatap muka di kelas.
Kepastian tersebut disampaikan menyusul beredarnya kabar terkait rencana penerapan pembelajaran daring mulai April 2026 sebagai dampak penghematan energi lintas sektor. Namun hingga kini, Disdikpora Kudus menegaskan belum menerima instruksi resmi dari pemerintah pusat.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, menjelaskan bahwa seluruh siswa, baik jenjang SD maupun SMP di bawah kewenangan daerah, akan kembali mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah.
“Untuk sementara masih berjalan seperti biasa. Kami masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terkait kemungkinan penerapan daring atau hybrid,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Ia menambahkan, apabila nantinya kebijakan pembelajaran jarak jauh benar-benar diterapkan, pihaknya berharap ada pengecualian bagi siswa kelas akhir, yakni kelas 6 SD dan kelas 9 SMP, yang akan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Adapun jadwal pelaksanaan TKA untuk siswa SD direncanakan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026, sementara untuk jenjang SMP akan digelar lebih awal, yakni pada 6 hingga 16 April 2026. Ujian ini menjadi pelaksanaan perdana bagi kedua jenjang tersebut.
Disdikpora Kudus sendiri telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung pelaksanaan TKA. Mulai dari simulasi, try out, hingga gladi bersih telah dilaksanakan guna memastikan kesiapan siswa dan sekolah.
Selain itu, kesiapan infrastruktur juga menjadi perhatian, terutama terkait jaringan internet dan pasokan listrik. Disdikpora telah berkoordinasi dengan PLN agar tidak terjadi pemadaman saat ujian berlangsung, atau setidaknya ada langkah antisipasi yang disiapkan.
Sementara itu, bagi tenaga pendidik, pemerintah daerah tetap mendorong aktivitas mengajar dilakukan secara langsung di sekolah. Hal ini sejalan dengan arahan Bupati Kudus yang menilai kondisi wilayah yang relatif kecil masih memungkinkan kegiatan berjalan normal tanpa skema kerja dari rumah.
Dengan demikian, seluruh siswa di Kabupaten Kudus diharapkan dapat kembali ke sekolah dengan semangat baru usai libur Lebaran, sekaligus mengikuti proses pembelajaran secara optimal di dalam kelas. (AS/YM)






