Masyarakat Pati Turut Tolak Full Day School

oleh

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Tolak kebijakan full day school, unsur masyarakat Pati mengaku bakal turut andil dalam aksi menolak kebijakan yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy di Semarang (21/07/2017) besok.

Penolakan tersebut didasari, pendidikan karakter selama ini kebanyakan diambil perannya oleh Madrasah Diniyah, TPQ, dan sejenisnya, selain pesantren. Sehingga, apabila Peraturan Mendikbud Nomor 23 tahun 2017 diterapkan, khawatirnya aqidah, akhlak serta moral generasi bangsa akan tergerus.

“Kami ikut getol menyuarakan penolakan karena madrasah diniyah dan TPQ kebanyakan dikelola lulusan pesantren. Lembaga itu, selama ini telah ada di kampung-kampung, dan terbukti menjadi penjaga moral dan memberikan pendidikan karakter generasi bangsa” ungkap Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Pati, KH Mujiburrachman.

TRENDING :  Temukan Daun Pucuk Merah Untuk Sabun, Siswa SMPN 5 Juara LPSN
TRENDING :  Arpusda Pati Miliki 1300 Buku Koleksi Baru

Hanya saja, lanjutnya, untuk jumlah pasti masyarakat yang turut dalam aksi itu, dia belum bisa memastikan berapa orang. Sedangkan, dari RMI Pati ditaksir ada 200-300 orang yang hadir.

TRENDING :  BREAKING NEWS : Empat Orang Meninggal Dalam Kecelakaan Maut Rombongan Wisatawan Asal Kudus Di Gunungkidul

“Beberapa warga Pati akan turut dalam menolak kebijakan full day school. Mereka merupakan masyarakat yang selama ini bergiat di Madrasah Diniyah, TPQ, Pesantren, dan kalangan lain yang peduli dengan keberadaan lembaga-lembaga tersebut,” jelasnya. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :