MBG di SD 1 Kedungdowo Kudus Dinilai Minimalis, Orangtua Minta Evaluasi

oleh -1138 Dilihat
Menu MBG yang dikeluhkan orang tua SD 1 Kedungdowo Kudus. (ist.)

Kudus, isknews.com – Pelaksanaan Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD 1 Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, mendapat perhatian dari para wali murid. Mereka menilai porsi makanan yang dibagikan kepada siswa masih terlalu sedikit dan perlu dilakukan evaluasi menyeluruh.

Menu MBG yang diterima siswa pada Senin (26/1/2026) terdiri atas kentang, ikan lele filet, saus, kacang kedelai, serta buah melon. Kendati komposisinya dinilai cukup beragam, ukuran porsi yang disajikan dinilai belum memenuhi kebutuhan asupan anak usia sekolah.

Kepala SD 1 Kedungdowo, Sri Suwarni, menyampaikan bahwa keluhan dari orangtua telah muncul sejak awal pelaksanaan program tersebut, tepatnya sejak penyaluran pertama pada Senin (19/1/2026). Kritik yang disampaikan hampir seluruhnya berkaitan dengan jumlah makanan yang dianggap terlalu minim.

“Sejak awal MBG berjalan, saya hampir setiap hari menerima pesan dari wali murid melalui WhatsApp. Sampai sekarang, yang dipermasalahkan tetap sama, yaitu porsinya,” kata Sri.

Ia menjelaskan, selama lebih dari sepekan distribusi MBG berlangsung, sejumlah orangtua bahkan menyarankan agar sekolah berpindah ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lain.

Menurut Sri, pihak sekolah telah menyampaikan berbagai masukan kepada penyedia MBG, termasuk menunjukkan contoh menu dari SPPG lain agar sajian makanan lebih bervariasi dan sesuai harapan. Namun hingga saat ini, hasil evaluasi tersebut belum menunjukkan perubahan yang berarti.

“Awalnya kami sampaikan kepada orangtua bahwa masih tahap penyesuaian. Tetapi karena belum terlihat peningkatan, muncul usulan agar makanan dikemas untuk dibawa pulang,” ungkapnya.

Selama delapan kali penyaluran MBG, lanjut Sri, siswa baru satu kali menerima menu kering berupa susu, roti, pisang, dan makanan ringan yang dibagikan pada hari Sabtu.

Adapun total penerima manfaat MBG di SD 1 Kedungdowo berjumlah 166 orang, termasuk tenaga pendidik, dengan jumlah siswa sebanyak 152 anak.

Menanggapi aduan tersebut, Pasiter Kodim 0722/Kudus Kapten Arm Muslikhan menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan ke SPPG terkait untuk memastikan penyaluran MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. (AS/YM)

No More Posts Available.

No more pages to load.