Memahami Sifat dan Watak Bani Israil – Ngaji Tafsir Al-Qur’an KH.Sya’roni Ahmadi

oleh -873 Dilihat

Kudus, isknews.com – Berbicara tentang Bani Israil, tak bisa dipisahkan dengan agama Yahudi. Sebab, mayoritas kaum Israil menjadi pemeluk agama Yahudi.

Salah satu Diantara Sifat Bani Israil adalah suka bertanya sehingga menyulitkan diri mereka sendiri. Contohnya, mereka disuruh untuk menyembelih seekor sapi betina, tetapi Bani Israil bertanya tentang umur sapi tersebut. Lalu, disampaikanlah bahwa usia sapi tersebut tidak tua dan tidak juga terlalu muda. Mereka pun bertanya lagi warna sapi. Disampaikanlah sapi itu berwarna kuning tua dan tidak pernah dipergunakan untuk membajak. Setelah semuanya ditanyakan, mereka akhirnya baru melaksanakan perintah tersebut. Mereka merasa kesulitan mencari jenis sapi yang dimaksud. Padahal, sebelumnya Allah menghendaki kemudahan bagi mereka, tetapi mereka sendiri yang mempersulitnya. Itulah sifat Yahudi. Lihat penjelasan lengkapnya dalam surah Albaqarah [2]: 67-71.

Banyak nabi yang diutus untuk mengajak mereka ke jalan yang benar, tetapi selalu saja nabi-nabi itu mereka dustakan. Syariat Nabi Musa AS yang mengajarkan monoteisme djadikan politeisme. Mereka juga akhirnya menyembah patung-patung, seperti patung anak sapi, patung ular, dan sebagainya.

Seperti halnya yang dibahas oleh Pengajian kitab Tafsir Al-Qur’an yang diasuh oleh kyai Kharismatik KH Sya’roni Ahmadi Alhafidz, di Masjid Al Aqsha Menara Kudus, Senin Fajar, (5/7/2017)

Berikut Deskripsi Penjabaran yang disusun oleh Mohammad Bahauddin M.Hum, pada Surat Ali Imron Ayat 21-25 Surat Madaniyyah, Surat ke-3 yang berjumlah 200 ayat, dimana surat ini terpanjang no. 2 setelah surat Al-Baqarah.

بسم الله الرحمن الرحيم

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (21) أُولَئِكَ الَّذِينَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ (22) أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُدْعَوْنَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرِيقٌ مِنْهُمْ وَهُمْ مُعْرِضُونَ (23) ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ وَغَرَّهُمْ فِي دِينِهِمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ (24) فَكَيْفَ إِذَا جَمَعْنَاهُمْ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (25)

Artinya : (21) Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih (22) Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong (23) Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran) (24) Hal itu adalah karena mereka mengaku: “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung”. Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan (25) Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan)

Ayat 21 dan ayat 22

Tafsiran Ayat

{إِنَّ الذين يَكْفُرُونَ بآيات الله وَيَقْتُلُونَ } وفي قراءة ( يقاتلون ) {النبيين بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الذين يَأْمُرُونَ بالقسط } بالعدل { مِنَ الناس } وهم اليهودُ روي أنهم قتلوا ثلاثة وأربعين نبياً فنهاهم مائة وسبعون من عُبَّادهم فقتلوهم من يومهم { فَبَشّرْهُم } أعلمهم { بِعَذَابٍ أَلِيمٍ } مؤلم وذكر البشارة تهكم بهم ودخلت الفاء في خبر ( إنّ ) لشبه اسمها الموصول بالشرط . { أُولَئِكَ الذين حَبِطَتْ } بطلت { أعمالهم } ما عملوا من خير كصدقة وصلة رحم { فِى الدنيا والأخرة } فلا اعتداد بها لعدم شرطها { وَمَا لَهُم مِّن ناصرين } مانعين من العذاب .

Artinya: (21) (Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh) pada satu qiraat yaqaatuluuna yang berarti memerangi (para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil) mereja ini ialah orang-orang yahudi. Diriwayatkan bahwa mereka telah membunuh 43 nabi kemudian mereka dicegah oleh 170 pengikut-pengikut nabi tersebut namun akhirnya mereka pun dibunuh oleh mereka saat yang sama., (maka gembirakanlah mereka) artinya beritahukan mereka  (bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih)  yang menyakitkan. Menyebut ‘gemberikanlah adalah sebagai penghinaan bagi mereka, dan khabar ‘inna’ dimasuki oleh fa, karena isimnya inna yang berupa maushul mirip dengan syarat. (22) (Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong

Ayat ini menerangkan sifat-sifat bani israil (keturunan Nabi Ya’qub yang bernama Abdullah. Sedangkan kata israil merupakan bahasa Ibrani, isra artinya abdul dan iil artinya Allah) yang terkenal bengis, ganas, sombong dan suka menghina. Contoh hinaan orang-orang yahudi (bani israil) dijelaskan dalam Al-Qur’an:

orang-orang yahudi menghina Allah bahwa Allah itu miskin seperti dijelaskan dalam Q.S.  Ali Imran ayat 181:

قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

Artinya: (181) Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: “Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya”. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): “Rasakanlah olehmu azab yang mem bakar”

orang-orang yahudi menghina Allah bahwa Allah itu kikir seperti dijelaskan dalam Q.S.  Al-Maidah ayat 64:

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Artinya: Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allah terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan

orang-orang yahudi menghina Nabi Musa bahwa Nabi Musa punya penyakit kusta. seperti dijelaskan dalam Q.S.  Al-Ahzab ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آَذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا

Artinya: (69) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.

Orang-orang yahudi mengira nabi musa demikian karena dalam kebiasaan mereka kaum laki-laki jika mandi bersama-sama. Namun Nabi Musa tidak mau mengindahkan kebiasaan jelek tersebut. Sehingga muncullah dugaan dari sebagian mereka jika Nabi Musa memiliki penyakit kusta yakni penyakit yang menyerang kulit dan sistem peries. Olokan demi olokan yang diterima Nabi Musa ketika bertemu dengan kaum bani isra’il. Sehingga Nabi bermunajat berdoa kepada Allah untuk menghilangkan sebutan orang yang terkena penyakit kusta (kondor).

Suatu ketika Nabi Musa mandi (siram) sendirian di kamar mandi. namun terjadi hal aneh saat mau mengambil pakaian yang ditaruh di batu dimana tampat pakaian (rasuan) diletakkan, tiba-tiba batu itu lari keluar membawa pakaian Nabi Musa dan tanpa sadar Nabi Musa pun lari mengejarnya sampai di tengah lapang tanpa memakai pakaian. Dari sinilah kaum yahudi tau dan mencabut olokanya jika Nabi Musa tidak memiliki penyakit kusta.

Selain kebengisan, keganasan, kejahatan dan suka menghina dalam surat Ali Imran ayat 21 ini dijelaskan sifat-sifat sebagai berikut (menurut Muhammad bin Ja’far az-Zabir dalam Tafsir Bahrul Muhith) :

Mengkufuri ayat-ayat Allah (كفره بآيات الله)

Membunuh para Nabi berjumlah 43 (قتلهم الأنبياء) diantaranya adalah Nabi Zakariyya, Nabi Yahya, Nabi Irmiyak, dan Hizkiyal dan lain sebagainya.

Membunuh orang-orang yang adil berjumlah 170 (قتل من أمر بالعدل)

Kemudian Allah berfirman: فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ artinya: “maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih”. Arti dalam kutipan ayat ini adalah untuk tujuan celaan atau hinaan (مؤلم) . Apabila ayat ini dicermati dengan perspektif teori tindak tutur, maka tindak lokusinya kalimat perintah adalah wujud formalnya, yaitu bentuk perintah (فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ), namun bukan perintah memberi kabar gembira  itu yang dikehendaki. Melainkan yang ti maksud adalah tindak ilokusinya yakni hinaan atau celaan (مؤلم) dari Allah terhadap Ahlul Kitab (Yahudi) disebabkan berbagai perbuatan haram dan dosa yang telah mereka lakukan, dalam pendustaan mereka terhadap ayat-ayat Allah baik pada masa dahulu maupun sekarang karena kesombongan dan penentangan mereka terhadap para Rasul itu seta keengganan mereka menerima dan mengikuti kebenaran. Karena itu mereka membunuh para Nabi ketika menyapampaikan syariat Allah tanpa suatu sebab dan kesalahan, melainkan karena Nabi itu mengajak mereka kepada kebenaran.

Analisis Bacaan

Kata يقتلون yang kedua dalam ayat (إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ) memiliki 2 bacaan:

Pertama dibaca dengan membaca sukun pada huruf qaf seperti يقتلون yang pertama = bacaan jumhur ulama’

Kedua dibaca dengan membaca fathah pada huruf qaf dan menambah alif seperti يقاتلون = bacaan imam hamzah.

Ayat 23- Ayat 25

Asbab Nuzul Ayat

نزلت في اليهود زنى منهم اثنان فتحاكموا إلى النبي صلى الله عليه وسلم فحكم عليهما بالرجم فأبوا فجيء بالتوراة فوُجد فيها فرُجما فغضبوا .

Artinya: Ayat ini turun mengenai orang Yahudi: Dua orang diantara merejja berzina lalu bertahkim kepada Nabi SAW., maka Nabi menjatuhkan hukuman rajam. Mereka menolak lalu diperlihatkan Taurat kepada mereka ternyata tercantum di dalamnua, hingga hukuman rajam dilaksanakan. Akibatnya mereka menjadi marah.

Tafsiran Ayat

{أَلَمْ تَرَ} تنظر {إِلَى الذين أُوتُواْ نَصِيبًا} حظاً {مّنَ الكتاب} التوراة {يُدْعَونَ} حال {إلى كتاب الله لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يتولى فَرِيقٌ مّنْهُمْ وَهُم مُّعْرِضُونَ } عن قبول حكمه نزلت في اليهود زنى منهم اثنان فتحاكموا إلى النبي صلى الله عليه وسلم فحكم عليهما بالرجم فأبوا فجيء بالتوراة فوُجد فيها فرُجما فغضبوا . { ذلك } التولي والإعراض { بِأَنَّهُمْ قَالُواْ } أي بسبب قولهم { لَن تَمَسَّنَا النار إِلا أَيَّامًا معدودات } أربعين يوماً مدة عبادة آبائهم العجل ثم تزول عنهم {وَغَرَّهُمْ فِى دِينِهِم} متعلق بقوله {مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ} من قولهم ذلك . { فَكَيْفَ} حالهم { إِذَا جمعناهم لِيَوْمٍ } أي في يوم {لاَ رَيْبَ} لاشك { فِيهِ } هو يوم القيامة {وَوُفّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ} من أهل الكتاب وغيرهم جزاء {مَا كَسَبَتْ} عملت من خير وشر { وَهُمْ } أي الناس { لاَ يُظْلَمُونَ } بنقص حسنة أو زيادة سيئة .

Artinya: (23) (Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab) Taurat,(mereka diseru) menjadi hal (kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi) yakni tak mau menerima penetapan hukumnya. Ayat ini turun mengenai orang Yahudi: Dua orang diantara merejja berzina lalu bertahkim kepada Nabi SAW., maka Nabi menjatuhkan hukuman rajam. Mereka menolak lalu diperlihatkan Taurat kepada mereka ternyata tercantum di dalamnua, hingga hukuman rajam dilaksanakan. Akibatnya mereka menjadi marah. (24) (Hal itu)  yakni berpaling dan menolak (adalah karena mereka mengaku) disebabkan oleh ucapa mereka  (Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung) hanya 40 hari, yakni selama mereka menyembah anak lembu lalu akan dihentikan terhadap mereka. (Mereka diperdayakan dalam agama mereka) berkaitan dengan firman-Nya (oleh apa yang selalu mereka ada-adakan) berupa ucapan mereka tadi (25) (Bagaimanakah nanti) keadaan mareka (apabila mereka Kami kumpulkan di hari) maksudnua pada hari itu (yang tidak ada keraguan tentang adanya) yakni hari kiamat. (Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri) baik dari golongan Ahli kitab maupun dari lainya, untuk menerima balasan dari (apa yang diusahakannya) dikerjakan baik kebaikan maupun kejahatan (sedang mereka) manusia itu (tidak dianiaya) dengan dikurangi kebaikan atau ditambah kejahatan. Ayat ini berikut ini turun tatkala Nabi SAW menjanjikan kepada umatnya akan diserahkannya kerajaan Persia dan Romawi , maka orang-orang munafik, “Jauh…, mustahil…!”

Ayat ini menerangkan sebagain pembesar-pembesar Yahudi melanggar larangan melakukan selingkuhan (berzina) lalu ketahuan masyarakat. Kemudian dilaporkan masalah ini kepada Nabi Muhammad SAW dan nabi menetapkan hukum rajam buat yang melakukan (dilempari batu yang sedang dan tubuh dibawah tanah). Akan tetapi orang yang berzina tadi menolak dan meminta untuk dilakukan perbandingan dengan kitabnya yakni kitab Taurat. Saat dibacakan isi Taurat yang pertama , salah seorang pendeta melakukan kecurangan dengan cara tidak membaca ayat yang berkaitan dengan rajam. Namun Allah membuka kebenaran dengan adanya pendeta yang membela islam menyalahkan apa yang dibaca dan kemudian Rasul menyuruh pendeta yang tidak memihan orang yahudi tersebut dan wal hasil isi taurat sama dengan isi Al-Qur’an akan tetapi ia tetap membangkang.

Pada ayat 23  diatas terdapat kalimat berbentuk introgatif dengan menggunakan أداة الإستفهام berupa hamzah pada kalimat أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ ‘Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran)?’. Ayat tersebut dilatar belakangi perbuatan orang-orang Yahudi yang melanggar larangan melakukan selingkuhan (berzina) lalu ketahuan masyarakat. Kemudian dilaporkan masalah ini kepada Nabi Muhammad SAW dan nabi menetapkan hukum rajam buat yang melakukan.

Turunya ayat ini untuk mengingkari dan mencela orang Yahudi dan Nasrani yang berpegang teguh kepada apa yang mereka anggap sebagai kedua kitab mereka, yaitu Taurat dan Injil. Jika mereka diseru untuk konsekuen dengan isi kedua kitab tersebut, yang diantaranya adalah ketaatan kepada Allah maka mereka berpaling dan mereke membelakangi kebenaran walaupun isi kitab mereka menjelaskanya namun tidak menerimanya.

Sehingga kalimat berbentuk introgatif ini tidak dimaksudkan untuk makna aslinya berupa menuntut pengetahuan tentang sesuatu, namun memiliki fungsi lain yang bisa diketahui melalui kontek tuturan tersebut.

Dilihat dari kacamata teori tindak tutur, kalimat introgatif ini tindak lokusinya berupa adalah wujud formal pertanyaan itu sendiri أَلَمۡ تَرَ أَنّ أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ ‘Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran)?’, namun bukan itu yang dimaksud oleh penutur pada kalimat ini akan tetapi fungsi atau makna lain berupa tindak ilokusi. Lalu tindak ilokusi kalimat introgatif ini adalah الإنكار مع التنويه بذكرهم بالمخالفة والعناد  (pengingkaran serta pencelaan dan penghinaan dengan penyebutan terhadap penolakan dan kekufuran).

Selain itu mereka juga berani menentang kebenaran itu disebabkan oleh sikap mangada-ada mereka terhadap Allah yang berupa pengakuan diri mereka sendiri bahwa mereka akan diadzab di neraka selama beberapa hari saja (hanya 40 hari, yakni selama mereka menyembah anak lembu lalu akan dihentikan terhadap mereka). Padahal Allah tidak pernah menurunkan keterangan mengenai hal itu.

Setelah itu diancam sama orang Islam jika kelak akan disiksa dengan siksaan yang lebih berat tapi bani israil tersebut beranggapan jika hukumanya hanya 40 hari. Sebab nenek moyangnya ketika Nabi Musa meninggalkan Bani Israil menuju gunung tursina hanya 40 hari saat bani menyembah anak sapi yang terbuat dari emas. Patung sapi ini merupakan setoran harta benda emas bani israil kemudian dicetak patung. Kemudian Musa Samiry membuat masalah membuat Tuhan baru, dengan cara memberikan tanah hasil pijakan Malaikat Jibril kepada patung tersebut agar bisa berbicara dan mendaku bahwa Tuhan Nabi Musa itu adalah patung sapi ini bukan Tuhan yang dicari Musa di gunung Tursina. Kemudian umat Nabi Musa menyembang patung tersebut. Hari berganti hari Nabi Musa pulang dan melihat umatnya demikian, Nabi Musa marah besar bahkan juga kepada Nabi Harun dan meminta pertanggung jawaban Nabi Harun sambil memegang mencengkeram jenggotnya Nabi Harun yang menyebabkan setengah jenggotnya menjadi putih belang.

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.