Kudus, isknews.com — Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, di sela tingginya aktivitas dan padatnya agenda pemerintahan, ternyata rutin menyempatkan waktunya untuk melakukan hal yang sangat sederhana namun bermakna, yakni memeluk pohon.
Baik di halaman pribadinya maupun di halaman Pendopo Kabupaten, Sam’ani kerap meluangkan waktu untuk mendekatkan diri dengan alam.
Ia merawat pohon-pohon yang tumbuh di sekelilingnya, bukan hanya untuk meneduhkan suasana, tapi juga untuk menenangkan pikirannya sendiri.
“Bagi saya, memeluk pohon itu bukan cuma soal rasa adem atau keteduhan fisik. Tapi juga terapi jiwa,” ungkapnya.
Ia mengaku, kebiasaan ini menjadi bagian dari rutinitas harian yang membuatnya lebih tenang dan fokus. Usai menyelesaikan rangkaian agenda pemerintahan, Sam’ani kerap terlihat duduk diam di bawah pohon, membaca buku, atau sekadar memeluk batang pohon dengan tenang.
Seperti dikutip dari sebuah laman kesehatan nasional, manfaat dari kebiasaan ini pun telah terbukti secara ilmiah.
Menurut Dr. Siti Nurkhasanah, M.Psi, Psikolog Klinis, menyentuh atau memeluk pohon dapat menstimulasi sistem saraf parasimpatis, yaitu sistem yang membantu tubuh rileks, menurunkan stres, serta memperbaiki suasana hati.
Sementara itu, Dr. Qing Li, profesor di Nippon Medical School Tokyo, menyebut bahwa pohon melepaskan senyawa alami bernama phytoncides yang ketika terhirup atau disentuh bisa menurunkan hormon stres, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan menimbulkan rasa damai.
“Berada di sekitar pohon bukan hanya membuat kita rileks, tapi benar-benar memperbaiki fungsi biologis kita,” tulis Dr. Li dalam bukunya Forest Bathing: How Trees Can Help You Find Health and Happiness.
Memeluk pohon menciptakan perasaan relaksasi yang luar biasa. Setelahnya, seseorang akan merasa lebih siap menghadapi hari baru dan berbagai tantangan.
Menghabiskan waktu di alam juga terbukti memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa menghabiskan minimal dua jam per minggu di alam berkaitan erat dengan peningkatan kesejahteraan fisik dan mental.
Meski para ahli belum menetapkan durasi pasti untuk memperoleh manfaat maksimal dari koneksi dengan alam, dua jam per minggu dinilai sebagai waktu ideal—bahkan jika dibagi dalam beberapa sesi singkat.
Kegiatan ini dikenal sebagai bagian dari konsep ecowellness.
Dengan menikmati alam bebas, seperti memeluk pohon, seseorang dapat mengatasi stres dengan lebih efektif, menjadi lebih kreatif, serta tetap sehat secara emosional dan fisik.
Bahkan hanya melihat gambar alam pun bisa meningkatkan mood.
“Pohon itu seperti guru diam. Ia tidak bicara, tapi mendengarkan. Ia tidak bergerak, tapi meneduhkan. Dan kalau kita peluk, terasa sekali energi damainya,” ujar Sam’ani.
Lewat kebiasaan kecil namun konsisten ini, Bupati Sam’ani ingin menyampaikan pesan: bahwa merawat kesehatan mental tak harus mahal atau rumit. Cukup dengan meluangkan waktu sejenak di alam, di bawah pohon yang tumbuh di halaman rumah atau di tengah kota, seseorang bisa menemukan kembali keseimbangan dalam hidupnya. (YM/YM)






