Kudus, isknews.com – Pasca hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Kudus Kamis (10/11/2022) kemarin sejumlah sungai di Kudus meningkat debit arus airnya, bahkan disejumlah titik air sempat meluap hingga ke jalan akibat tingginya intensitas hujan dan jebolnya dinding penahan sungai serta sampah yang terbawa arus sungai.
Seperti yang dialami tebing Sungai Setren, Dukuh Klisat, Desa Mijen, Kaliwungu Kudus, akibat tingginya arus sungai sehingga menyebabkan runtuhnya dinding sebuah bengkel las yang berada di sebelah utara sungai.
Posisi menggunungnya tumpukan material sampah itu berada disebelah timur jembatan di Jalan Kudus – Jepara yang menjadi batas Desa Kedungdowo dan Mijen dengan kondisi memprihatinkan dan berpotensi mengakibatkan luapan air ke jalan apabila terjadi hujan deras.
Dari pantauan media ini, terlihat tumpukan sampah rumah tangga, reruntuhan tembok dinding sebuah bengkel yang berada disisi utara sungai, batang pohon dan onggokan akar bambu sehingga menjadi pemandangan yang kurang menyedapkan.
Akibatnya, aliran sungai tak bisa berjalan dengan sempurna lantaran sampah-sampah tersebut menyumbati saluran air.
Selain itu, terlihat talud yang berada di dekat jembatan ambrol sepanjang 7merer.
Titik ambrolnya talud tersebut berada di pinggir jalan Kudus-Jepara.
Dari mata memandang, takut tersebut membuat bangunan bengkel yang berada di sampingnya ikut rusak.
Bahkan mesin molen yang biasa untuk menggiling semen juga ikut amblas.
Sampah-sampah yang memprihatinkan tersebut, sudah menggunung selama dua pekan terakhir.
Bahkan akibat hujan deras dengan intensitas cukup lama, mengakibatkan air sungai meluap ke permukiman warga di Desa Kedungdowo, Kaliwungu, yang berada di timur sungai.
”Sempat banjir lewat di permukiman warga semalam. Karena air tertahan oleh sampah lalu meluap,” kata Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan, Jumat (11/11/2022).
Satria menjelaskan bahwa pihaknya, telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi sampah tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan pemdes sekitar sungai, BPBD, dan dinas terkait untuk melakukan kerja bakti pembersihan sungai tersebut. Proses pembersihan nantinya, juga memerlukan alat berat dari Dinas PUPR Kudus,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya juga telah melakukan kerja bakti namun belum bisa mengatasi keseluruhan. Hal itu karena diperlukan alat berat.
“Sarana alat berat bisanya Senin, karena kalau manual saja itu tidak bisa, apalagi sampahnya kebanyakan tumpukan sampah bambu,” ujarnya.
Ambrolnya talut tersebut juga sudah disampaikan ke dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng selaku pemilik wilayah.
Namun talut yang jebol tersebut belum tertangani, dan baru dilakukan peninjauan. (YM/YM)











