KUDUS, ISKNEWS.COM – Prestasi membanggakan diraih mahasiswi Program Studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Bai’atu Izza (24).
Melalui brand fashion I.W.A Style yang mengusung kain tenun troso khas Jepara, ia berhasil meraih Juara II kategori Bisnis Fashion dalam ajang Studentpreneur Bootcamp 2026 yang diselenggarakan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI).
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu membangun usaha yang memiliki daya saing. Bahkan, setelah mengikuti kompetisi tersebut, produk-produk I.W.A Style semakin dikenal dan menerima banyak pesanan dari berbagai daerah.
Izza mengaku telah memiliki jiwa wirausaha sejak lama. Sebelum terjun ke bisnis fashion, ia lebih dahulu membuka usaha nail art. Dari usaha jasa kecantikan itulah ia mengumpulkan modal untuk memulai bisnis busana yang kini berkembang pesat.
Melihat peluang dari usaha konveksi milik orang tuanya, Izza kemudian memutuskan mengembangkan produk fashion berbahan kain tenun troso.
Ia merancang sendiri desain dan motif busananya sehingga memiliki ciri khas yang berbeda dengan produk sejenis di pasaran.
“Awalnya modal sekitar 3 sampai 5 juta rupiah buat beli kain. Jahit sendiri sambil tanya-tanya Ibu,” ujar Izza menceritakan awal merintis usahanya pada 2024.
Menurutnya, salah satu keunggulan produk I.W.A Style adalah penggunaan kain tenun troso berbahan kapas 100 persen yang menghasilkan tekstur lebih lembut dibandingkan kain troso pada umumnya.
Produk yang dipasarkan pun beragam, mulai dari baju, rok, selendang, syal hingga seragam.
Seiring meningkatnya permintaan, produk I.W.A Style kini telah dipasarkan ke berbagai daerah, seperti Semarang, Banyuwangi hingga Pandeglang, Banten.
Harga setiap produk disesuaikan dengan tingkat kerumitan desain dan motif yang dikerjakan.
“Harga setiap produk bermacam-macam, makin sulit gambarnya, makin mahal. Tergantung kerumitan motifnya,” jelasnya.
Meski sibuk mengembangkan bisnis, Izza tetap fokus menyelesaikan pendidikan. Mahasiswi semester akhir tersebut kini tengah menyusun tugas akhir sekaligus menjalani magang di rumah sakit.
Untuk memenuhi permintaan pelanggan, ia telah mempekerjakan empat orang karyawan.
Izza mengatakan, bisnis yang dijalaninya bukan hanya untuk meraih keuntungan, tetapi juga sebagai bekal mewujudkan cita-citanya menjadi perawat profesional.
Keuntungan dari usaha fashion tersebut ia sisihkan untuk membeli berbagai peralatan kesehatan yang nantinya akan digunakan saat membuka praktik keperawatan.
“Setelah lulus inginnya lanjut Ners kemudian mengurus perizinan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP). Jadi di samping mengembangkan bisnis, juga mencicil alat keperawatan,” pungkasnya. (YM/YM)






