Meriah! Ribuan Santri di Kecamatan Undaan Peringati HSN Dengan Karnaval Mobil

oleh -348 Dilihat

Kudus, isknews.com – Ribuan santri di Kecamatan Undaan menggelar karnaval mobil memperingati Hari Santri Nasional (HSN) Ahad, (22/10/2017) pagi. Diantaranya santri dari 9 Raudhatul Athfal (RA), 12 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 20 Madrasah Diniyah (Madin) di wilayah Kecamatan Undaan.

Sebanyak 60 Armada roda empat dikerahkan, Adapun jalur yang dilewati, mengambil rute jalan lini yang menghubungkan desa di Kecamatan Undaan (sesuai gambar terlampir) start di komplek MI NU Miftahul Khoiriyah Lambangan dan finis di MI NU Tarbiyatul Wldan Wates.

H. Sukarjo, Pengawas Madrasah di Kecamatan Undaan, dalam sambutannya, Hari santri, 22 oktokber, para ulama mengeluarkan resolusi jihad 1945, mewajibkan semua tokoh2 islam memerangi penjajah dan tanah air, membela agama.

Peringatan Hari Santri Nasional di peringati warga Kecamatan Undaan dengan meriah, Ia mengapresiasi yang setinggi tinggi nya baik dari RA, MI dan Madin, memperingati hari santri yang ke 3 di tahun 2017 ini, “Tidak berlebihan apabila madrasah, siswa siswi, santri dan para guru memperingatinya,” ujarnya

Ditemui terpisah, Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Ali Murtafi’in mengatakan, Kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional ini dimaksudkan sebagai wahana silaturrahim, supaya terjalin ukhuwah islamiyah antar keluarga besar IGRA, KKMI, FKDT dna PMWC MADIN dengan masyarakat dan untuk syiar islam, khususnya di wilayah kecamatan Undaan

Dikatakan Ali, Tujuan diadakan Karnaval hari santri ini adalah diantaranya, untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SMT, lalu membangun semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme di antara para santri madrasah terhadap bangsa lndonesia.

Selain itu, juga memberikan penguatan dan motivasi terhadap masyarakat untuk senantiasa menyekolahkan putra-putrinya di madrasah, kemudian untuk menunjukkan kepada masyarakat akan eksistensi santri dan kebesaran madrasah di wilayah kecamatan Undaan.

Karnaval HSN yang di akhiri dengan pengundian Door Prize itu juga mendorong terbentuknya santri-santri madrasah sebagai penerus bangsa yang sehat jasmani dan rohani, serta supaya masyarakat kenal pendidikan madrasah, anak anak terbiasa dengan suasana agama, yang nantinya mempunyai etika dan punya akhlakul karimah sebagai perwujudan pembangunan lndonesia seutuhnya.

Ditambahkan Ali, Kirab ini untuk mengenang jasa para santri terdahulu yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Hal itulah yang menjadi dasar pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

‎”Sejarah mencatat, para santri telah mewakafkan hidupnya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut,” ucapnya

Para santri dengan caranya masing-masing bergabung dengan seluruh elemen bangsa yang lain untuk melawan penjajah, menyusun kekuatan di daerah-daerah terpencil, mengatur strategi, dan mengajarkan kesadaran tentang arti kemerdekaan.

Ia pun menyebut beberapa tokoh ulama dan santri yang menjadi pejuang kemerdekaan. Mereka, yaitu pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim As’yari, pendiri Muhammadiyah KH Ahmmad Dahlan‎, pendiri Persatuan Islam atau Persis A Hassan, pendiri Al-Irsyad Ahmad Soorhati, dan pendiri Matlaul Anwar yakni Mas Abdul Rahman.

“Selain itu ada pula belasan tokoh santri yang bergabung dalam kelompok Pembela Tanah Air (PETA) yang berupaya mempertahankan kemerdekaan. Untuk itu, dengan seluruh pertimbangan, pemerintah menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional,” kata Ali.

Ia menjelaskan, sejarah mencatat antara jiwa religius keislaman dan semangat nasionalisme-kebangsaan tidak untuk dipertentangkan. “Melainkan menyatu menjadi semangat merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” tuturnya

Dengan mewarisi semangat ini, Ia berharap para santri masa kini dan masa depan, baik yang di pesantren maupun di luar pesantren, dan seluruh anak bangsa, dapat selalu memperkuat jiwa religius keislaman dan sekaligus juga jiwa nasionalisme-kebangsaan.
Diharapkan, para santri selalu ingat untuk berjihad untuk bangsa, untuk tanah air dan tumpah darah Indonesia, kita tercinta.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sejumlah pengurus PGRA, KKMI dan Madin, pengawas pendidikan madrasah Kemenag, Perwakilan Camat Undaan, Polsek Undaan dan masyarakat sekitar. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.