Miliki Segudang Manfaat, Teh Parijoto Sudah Sasar Seluruh Pasar Indonesia

oleh -413 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Bagi warga Kudus, buah parijoto sudah tidak asing lagi didengar. Buah khas pegunungan Muria ini dipercaya memiliki banyak manfaat. Tidak hanya untuk kesehatan, bahkan mitos tentang kehamilan sudah santer dipercaya hingga kalangan luar Kudus.

Ditemui di rumahnya, salah satu pengolah buah parijoto, Triyanto, mengaku sudah mengaku mengobrak-abrik menu berbahan buah parijoto sejak 2015. Kreasi baru terus dilakukannya untuk memperkenalkan buah yang khas dengan rasa sepet dan pahit ini untuk kalangan umum. Tentunya dengan olahan yang berbeda dan nikmat, dengan tidak meninggalkan rasa khasnya.

“Karena sebelumnya banyak juga yang ingin membeli buah aslinya, tetapi tidak bisa karena jila lama dalam perjalanan parijoto bisa busuk,” katanya.

Saat ini, olahan parijoto yang berhasil dia pasarkan bisa dinikmati dalam bentuk Sirup, permen, kripik, dan chips.

“Terbaru, kita buah teh dari buah parijoto,” tandasnya.

Menurutnya, teh parijoto ini bisa menjadi solusi bagi pembeli, terutama pecinta teh, dengan rasa asli buah parijoto. Mengingat, olahan teh paijoto ini tidak menggunakan bahan campuran lainnya dan tanpa gula.

Lalu untuk manfaatnya, lanjut Rian, sangatlah banyak sekali. Mulai dari membantu meningkatkan kesuburan, sebagai obat kolestrol, mengatasi diare. serta kaya antioksidan dan mengandung vitamin C serta senyawa flavonoid 3,6% dan saponin sebesar 3,71%.

“Buah parijotho banyak sekali manfaatnya, dan salah satu mitosnya adalah, jika ibu hamil yang mengkonsumsi buah parijotho maka dipercaya anaknya akan cantik ataupun ganteng,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rian juga menjelaskan bagaimana proses pembuatan teh parijoto ini. Tidak sulit, setelah memanen buah parijoto yanh sudah masak, Rian kemudian menghancurkan buah dengan tekstur kasar.

Selanjutnya, dikeringakan selama kurang lebih 7 hari. Lalu setelah kering, ketika pengemasan, Rian juga menambahkan daun parijotho agar warnanya semakin cantik.

“Untuk kualitas buahnya, harus yang sudah berwarna unggu tua, kalau masih berwarna unggu muda atau hitam nanti warna yang dihasilkan tidak cantik,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk pengemasannya, Rian menyajikan 2 pilihan. Yaitu teh tubruk dan teh celup. ” Untuk kemasan tubruk berisi 50 gram dengan harga Rp 90 ribu, dan untuk kemasan teh celup berisi 20 kantong seharga Rp 110 ribu,” jelasnya.

Karena unik dan masih jarang yang membuat, teh parijoto buatan Rian pun banyak peminatnya. Bahkan produknya sudah dipasarkan hampir ke seluruh wilayah Indonesia.

“Untuk produk kita, alhamdulillah hampir seluruh daerah sudah ada yang beli, karena kami juga mempunyai 100 reseller,” tukasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.