Minim Anggaran Jelang Porprov, KONI Persiapkan Kerjasama Pihak Ketiga

oleh

Kudus, isknews.com – Mendengar kabar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus hanya akan menerima anggaran Rp 6,5 miliar dari Rp 17 miliar yang diajukan pihaknya. Ketua KONI Antoni Alfin mengatakan, dirinya bisa memaklumi hal tersebut sebagai akibat suasana Pandemi yang menyebabkan semua pos anggaran harus dipangkas untuk efisiensi dan kepentingan pencegahan Covid-19.

“Kami malah belum dengar terkait keputusan pemangkasan anggaran yang diajukannya tersebut, kalian dengar dari mana?” ujar Antoni kepada sejumlah awak media yang mewawancarainya, Senin (05/10/2020).

Menurutnya seandainya memang betul hanya sebesar itu, pihaknya akan menghitung ulang kembali besaran anggaran yang pihaknya butuhkan dengan seluruh jajaran pengurus KONI.

Ketua KONI Kabupaten Kudus, ANtoni ALfin (Foto: YM)

“Namun bial memang hanya sebesar itu, kami siap mengoptimalkan kerjasama dengan pihak ketiga untuk menekan anggaran bagi kebutuhan atlet dan akomodasinya,” terang dia.

Menurutnya potensi swasta di Kota Keretek sebagai pihak ketiga untuk membantu penyelenggaraan penutupan Porprov tahun 2022 bisa dijadikan andalan.

”Sampai hari ini kami masih meyakini Kudus sebagai lokasi penutupan Porprov,” katanya.

Dibutuhkan dana besar untuk menghelat acara tersebut. Perhitungan awal, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 17 miliar. Dana dibutuhkan untuk insentif dan prosesi penutupan.
”Penyiapan venue diserahkan Disdikpora,” ungkapnya.

Bila ternyata dana yang dikucurkan tidak sebesar itu, diyakini akan berdampak pada persiapan. Namun, pihaknya memastikan semangat menggelar upacara penutupan tetap besar.

”Ini kebanggaan kita dan akan berdampak positif terhadap pembinaan olahraga di Kabupaten Kudus,” jelasnya.

Saat sekarang, pihaknya mendekati sejumlah pihak ketiga. Mereka diajak bermitra untuk mensukseskan penyelenggaraan Porprov khususnya saat penutupan.

‘Kita akan berusaha mensukseskannya,” imbuhnya.

Namun, kendala lain masih dihadapi. Kejelasan soal penyelenggaraan tuan rumah Porprov ditunggu. Kepastian dinanti terkait persoalan dana yang harus disiapkan. Porprov dipastikan digelar.

Namun, kepastian penyelenggaraan tahun 2022 atau mundur hingga 2023 masih ditunggu.

”Ini terkait insentif yang kami berikan kepada atlet,” jelasnya.

Jika sudah ada kepastian, pihaknya akan secara tepat mempersiapkan anggaran. Anggaran diperlukan baik sebagai peserta maupun tuan rumah.
”Harus dipersiapkan dengan jauh-jauh hari,” paparnya.

Persoalan tersebut tidak hanya dialami Kudus. Daerah lain mengalami hal serupa. Cabang Olahraga Direncanakan terdapat 45 cabang olahraga yang akan dipertandingan di ajang Porprov.

Kudus mendapatkan jatah menggelar pertandingan 11 cabang olahraga, Jepara (7 cabang olahraga), Pati (9 cabang olahraga), Rembang (5 cabang olahraga), Blora (7 cabang olahraga) dan Grobogan 6 cabang olahraga.

Saat penyelenggaraan Porprov 2018, total emas yang diperoleh Kontingen Kudus mencapai 69 medali, 70 medali perak dan 72 perunggu baik perorangan maupun beregu.

Saat penyelenggaraan Porprov di Solo, Kudus menempati peringkat ketiga di bawah Semarang sebagai juara umum dan Solo. Penyelenggaraan mendatang, ditarget minimal dapat mempertahankan peringkat dan bahkan meningkatkan prestasi. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :