Misteri Masjid Baitul Aziz Hadiwarno

oleh
Saelan (54), Nadzir Masjid Baitul Aziz
Foto: Saelan (54), Nadzir Masjid Baitul Aziz di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Senin (19-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Masjid Baitul Aziz yang terletak di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, merupakan salah satu situs cagar budaya yang ada di Kota Kudus. Kebaradaan Masjid ini menjadi sebuah bukti akan perjalan dakwah Wali Songo dalam mensyiarkan agama Islam di tanah Jawa.

Menurut cerita masyarakat setempat, bahwa Masjid tersebut dibangun oleh seorang Wali. Hal ini terlihat jelas dari Tri Sula Naga yang terukir di Gapura Masjid Baitul Aziz. Tri Sula Naga merupakan bahasa Sansekerta, dimana Tri berarti tiga, Sula berarti enam dan Naga berarti delapan atau secara keseluruhan diartikan sebagai tahun 836 Hijriah dalam kalender Islam.

TRENDING :  Pameran Kaligrafi PSKQ Modern dan Pencinta Kaligrafi Diapresiasi Menteri Agama
Mimbar Masjid Baitul Aziz
Foto: Mimbar Masjid Baitul Aziz di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Senin (19-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

“Pada tahun 836 Hijriah dimaknai sebagai tahun berdirinya Masjid baitul Aziz. Dimana pada tahun tersebut merupakan masa Sunan Kudus dan Sunan Muria, dari itu dapat ditarik benang merah bahwa Masjid ini dibangun pada zaman Wali Songo,” ungkap Nadzir Masjid Baitul Aziz, Saelan (54).

Tak hanya itu, bukti bahwa Masjid ini di bangun oleh Wali Songo dapat dilihat dari keberadaan Soko Papat. Setiap Masjid yang dibangun oleh Wali Songo memiliki ciri khas berupa Soko Papat yang dijadikan sebagai penyangga.

TRENDING :  Ganjar Pranowo Hadiri Prosesi Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus

Selain Soko Papat terdapat pula Gapura dan Mimbar dari bata merah yang bercorak nuansa Hindu. Mimbar dan Gapura tersebut masih terawat dan digunakan hingga saat ini. Meskipun dibangun pada tahun 863 Hijriah, tidak menjadikan sejumlah bangunan sejarah Masjid ini rusak termakan zaman.

Gapura Masjid Baitul Aziz
Foto: Tri Sula Naga yang terdapat pada Gapura Masjid Baitul Aziz di Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Senin (19-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Di Masjid tersebut, juga terdapat sebuah sumur yang oleh masyarakat sekitar diberi nama Sumur Panguripan. Nama tersebut diambil lantaran air sumur ini tidak pernah kering.

TRENDING :  Dibalik Kecantikan Bunganya, Ternyata Indah Prospek Usahanya

“Saat musim kemarau, air sumur ini tetap ada dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, sebagai sumber penghidupan. Karena itulah sumur tersebut dinamakan Sumur Panguripan,” kata lelaki paruh baya ini.

Imbuhnya, “Meskipun sejumlah bukti dan cerita menunjukkan bahwa Masjid tersebut, di bangun oleh Wali. Akan tetapi sampai saat ini masyarakat tidak mengetahui secara pasti, tokoh yang membangunnya dan bagaimana sejarah dari Masjid Baitul Aziz.” (NNC/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :