Motive Action Class ASTI Kudus: Gembleng Ratusan Siswa Akademi Siap Tembus Klub Profesional

oleh -553 Dilihat
CEO ASTI Kudus, Arif Budianto saat memimpin Motive Action Class kepada ratusan siswa didiknya di ruang pertemuan Hotel @hom Kudus, Selasa (23/9/2025) (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) Kudus menggelar acara bertajuk Motive Action Class di Hotel @HOM Kudus, Selasa (23/9/2025) malam. Acara ini menjadi bagian dari rutinitas tiap semester bagi akademi yang telah banyak melahirkan pemain profesional, sekaligus ajang motivasi besar-besaran bagi para siswanya.

Acara diawali dengan sambutan Ketua KONI Kudus, Sulistyanto, yang menyampaikan rasa kagumnya terhadap sistem pembinaan dan pelatihan di tubuh ASTI. Ia berjanji akan ikut memberikan dukungan penuh kepada akademi ini apabila dibutuhkan, termasuk fasilitas bus KONI untuk mendukung mobilitas siswa dalam mengikuti event pertandingan.

Program Motive Action Class ini rutin digelar ASTI minimal setahun sekali. Tujuannya tidak hanya untuk memberikan motivasi, tetapi juga mempererat keakraban, meningkatkan semangat kebersamaan, dan memperkuat karakter para siswa agar lebih siap menghadapi tantangan dalam perjalanan mereka sebagai calon pemain profesional.

Acara puncak diisi Motive Action Class oleh motivator Pilipus Gudel. Selama dua jam, Gudel berhasil memukau ratusan siswa ASTI melalui permainan tematik yang berkaitan dengan sikap dan keterampilan pemain sepak bola.

Suasana semakin meriah sekaligus menegangkan ketika peserta yang kalah, kurang konsentrasi, atau salah gerakan harus menerima hukuman berupa coreng muka dengan lipstik. Permainan itu membuat sebagian peserta terpingkal-pingkal, namun juga cemas agar tidak terkena hukuman.

Dari pantauan media ini, Gudel yang selama ini dikenal sebagai motivator heboh di Kudus sukses menghadirkan suasana penuh tawa sekaligus ketegangan. Game-game yang dikemas dengan humor dan tantangan terbukti mampu mencairkan suasana perayaan sekaligus membakar semangat para siswa akademi.

CEO ASTI Kudus, Arif Budianto, menegaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk memberi motivasi kepada siswa agar tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.

“Acara malam ini temanya Motive Action Class. Jadi ini untuk memotivasi anak-anak tentang apa tujuan mereka ke sini, sekolah di ASTI itu apa. Harapannya mereka tidak gampang menyerah, bisa fokus pada cita-cita, dan menjadi kebanggaan orang tua,” ujarnya.

Jumlah siswa ASTI Kudus saat ini mencapai sekitar 158 anak, dengan 135 di antaranya hadir dalam kegiatan tersebut. Beberapa siswa lainnya sudah bergabung ke klub dan tengah mengikuti training center maupun seleksi di level Elite Pro Academy (EPA) dan Porprov berbagai Provinsi di Indonesia.

ASTI Kudus membuka kelompok usia 12 hingga 17 tahun, dengan sistem seleksi langsung di lapangan. Penerimaan siswa baru rencananya akan dibuka pada November mendatang. Selain dari jalur mandiri, ASTI juga bekerja sama dengan sejumlah Sekolah Sepak Bola (SSB) daerah yang mengirimkan talenta terbaiknya.

Program latihan di ASTI berlangsung intensif, delapan kali dalam sepekan di lapangan, ditambah dengan strength training, renang, hingga gym. Aspek mental juga menjadi perhatian serius dengan kegiatan motivasi rutin bulanan, serta pembinaan karakter lewat pengajian harian.

Prestasi ASTI Kudus selama ini cukup membanggakan. Pada Piala Menpora 2025 tingkat Jawa Tengah, tim ASTI usia 15 tahun keluar sebagai juara dan berhak mewakili provinsi ke tingkat nasional. Tahun ini turnamen tersebut berganti nama menjadi Piala Presiden, yang akan digelar di Surabaya pada 28 September hingga 2 Oktober 2025.

Selain itu, tim usia 12 tahun ASTI juga berhasil menjuarai tingkat provinsi dan lolos ke nasional yang akan berlangsung di Magelang awal Oktober mendatang.

ASTI juga pernah ambil bagian di ajang internasional, seperti Nusantara Cup yang diikuti tim-tim dari luar negeri, termasuk Thailand. Dalam turnamen tersebut, ASTI satu grup dengan Thailand yang akhirnya keluar sebagai juara.

Sejak berdiri, ASTI Kudus telah melahirkan puluhan pemain yang kini memperkuat klub-klub profesional. Tercatat lebih dari 30 alumninya sudah bergabung ke Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3.

“Hampir semua lulusan kita terserap di klub. Saat ini sudah ada sekitar 32 hingga 33 pemain yang masuk tim profesional,” ungkap Arif.

Melalui Motive Action Class, ASTI Kudus berharap para siswanya memiliki semangat juang lebih tinggi, tidak hanya dalam permainan sepak bola, tetapi juga dalam membangun mental dan karakter untuk siap menembus klub profesional. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.