Muria Championship 2026 Sukses Digelar, 64 Tim Mobile Legends Ramaikan Turnamen Esport di Kudus

oleh -173 Dilihat
Peserta bertanding dalam Muria Championship 2026 yang digelar di Hotel Griptha Kudus, Minggu (28/6/2026). (Foto: Dok. Panitia)

KUDUS, ISKNEWS.com – Sebanyak 64 tim dengan total 320 pemain dari berbagai daerah di Jawa Tengah ambil bagian dalam turnamen Muria Championship 2026 yang digelar di Majesty Grand Ballroom Hotel Griptha Kudus, Minggu (28/6/2026). Kompetisi Mobile Legends tersebut menjadi salah satu ajang untuk mewadahi perkembangan esport sekaligus mempertemukan para pemain dari berbagai kalangan.

Ketua Komunitas Afternal MLBB Kudus sekaligus Koordinator Mobile Legends Esports Indonesia (ESI) Kudus, Abdurrosyid, mengatakan turnamen kali ini diikuti peserta dari Kudus, Pati, Jepara, Demak hingga Semarang.

“Untuk kegiatan hari ini bertema Muria Championship 2026 dengan total peserta sebanyak 64 tim atau 320 player. Pesertanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah seperti Kudus, Pati, Jepara, Demak, dan Semarang,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, kompetisi tersebut bersifat terbuka untuk umum sehingga dapat diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat yang telah bekerja.

“Kategorinya open untuk umum. Jadi siapa saja bisa ikut, baik pelajar, mahasiswa maupun yang sudah bekerja. Rentang usia peserta sekitar 15 hingga 30 tahun,” katanya.

Dalam turnamen ini panitia menyediakan total hadiah senilai Rp3,6 juta ditambah 42.500 Diamond Mobile Legends. Hadiah diberikan kepada delapan tim terbaik yang berhasil menembus babak akhir kompetisi.

Sistem pertandingan menggunakan format single elimination dengan skema best of three (BO3). Setiap tim harus meraih dua kemenangan untuk memastikan lolos ke babak berikutnya.

“Kalau pertandingan pertama menang atau kalah belum selesai. Nanti lanjut match kedua. Kalau sudah 2-0 selesai, tetapi kalau masih 1-1 maka dilanjutkan ke game ketiga hingga ada pemenang dengan skor 2-1,” jelasnya.

Abdurrosyid berharap penyelenggaraan berikutnya dapat berlangsung lebih besar dengan jumlah peserta dua kali lipat dari tahun ini.

“Harapan ke depan kami ingin membuka hingga 128 tim. Tentunya kami akan melakukan evaluasi dari penyelenggaraan pertama ini, menggandeng lebih banyak sponsor, melakukan persiapan lebih matang, dan memperbaiki kendala terutama pada jaringan internet agar event selanjutnya semakin baik,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan Hotel Griptha Kudus, Edwin, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut karena dinilai mampu mendorong perkembangan esport di Kabupaten Kudus.

Menurutnya, penyediaan venue yang representatif menjadi salah satu upaya memberikan pengalaman bertanding layaknya kompetisi profesional.

“Kami mengapresiasi ESI Kudus yang terus berupaya memajukan esport di Kabupaten Kudus. Kami ingin membuat event ini menjadi ajang yang bisa meningkatkan level esport di Kudus, dengan venue yang lebih proper dan didukung videotron sehingga para pemain benar-benar merasakan atmosfer kompetisi,” katanya.

Edwin berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut sehingga ke depan penyelenggaraan turnamen mampu menampung lebih banyak peserta.

“Hari ini ada 64 tim. Harapan kami ke depan bisa berkembang menjadi 128 tim dan menghadirkan event yang lebih besar lagi,” tambahnya.

Salah seorang peserta, Bagus Mulya, mengaku menikmati jalannya kompetisi. Menurutnya, pertandingan berlangsung sportif dan suasana bermain di lokasi juga cukup nyaman.

“Seru, lawannya juga bermain sportif. Tempatnya nyaman dan penyelenggaraannya juga cukup transparan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui timnya masih menemui kendala komunikasi saat pertandingan sehingga harus terhenti di babak 16 besar.

“Yang perlu kami benahi ke depan adalah komunikasi antar pemain, lebih banyak latihan dan meningkatkan skill supaya hasilnya bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (AS/YM)