Muria Fun Run 2025 Serap Ribuan Peserta, Kudus Jadi Magnet Wisata Olahraga

oleh -259 Dilihat
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Dandim Kudus Letkol Inf Hermawan Setya Budi, dan Ketua Panitia Muria Fun Run Muhammad Antono bersama juara 10K Muria Fun Run 2025, Minggu (24/8) (Foto : YM)

Kudus, isknews.com – Antusiasme masyarakat terhadap olahraga lari kembali terlihat dalam ajang Muria Fun Run 2025 yang digelar di Alun-alun Kudus, Minggu (24/8/2025). Sebanyak 2.360 pelari dari berbagai daerah di Indonesia tumpah ruah memadati pusat kota, menjadikan Kudus sebagai magnet baru wisata olahraga.

Ketua Panitia Muria Fun Run, Muhammad Antono, menyampaikan jumlah peserta didominasi oleh kategori 5K. “Untuk yang 5K ada sekitar 2.170 peserta, sementara di 10K ada sekitar 190 pelari. Antusias masyarakat Kudus dan sekitarnya sungguh luar biasa,” ungkapnya.

Antono juga menceritakan bagaimana tiket ludes dalam waktu singkat. “Kita persiapan dua bulan. War tiket pertama, 100 tiket langsung habis dalam lima menit. Kita tambah lagi 100 tiket, lima menit berikutnya sudah ludes. Jadi dalam 10 menit sudah 200 pendaftar,” jelasnya.

Peserta juga datang dari berbagai penjuru tanah air. “Untuk 10K mayoritas pelari luar kota, sementara di 5K peserta luar kota sekitar 30 persen. Paling jauh ada dari Kupang, NTT, Aceh, dan Medan. Total ada 15 pelari dari luar Pulau Jawa,” tambah Antono.

Mengenai rute lomba, ia menjelaskan 5K mengambil lintasan dari Alun-alun Kudus menuju Taman Krida, lalu kembali ke Alun-alun. Sedangkan 10K menempuh rute lebih panjang hingga melewati kawasan Universitas Muria Kudus dan kembali ke pusat kota.

Soal keamanan dan keselamatan peserta, panitia menyiapkan sejumlah fasilitas medis. “Kami siapkan ambulance di setiap water station. Untuk 5K ada 6 water station, sedangkan 10K dilengkapi pos tambahan. Total ada 4 ambulans yang mobile mengawal jalannya lomba. Mungkin karena jumlah peserta sangat banyak, ada sedikit keluhan, tapi kami tetap berupaya maksimal agar safety tetap terjaga,” jelasnya.

Selain menyalurkan hobi olahraga, ajang ini sekaligus menjadi sarana promosi potensi wisata Kudus.

Salah seorang peserta asal Salatiga, Kurniawan, mengaku terkesan bisa merasakan atmosfer lomba sekaligus menjajal kuliner dan objek wisata Kudus. “Semoga event seperti ini rutin digelar, karena selain olahraga juga bisa jadi ajang wisata,” katanya.

Tak hanya masyarakat umum, sejumlah pejabat daerah juga ikut berlari bersama peserta. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Dandim Kudus Letkol Inf Hermawan Setya Budi, dan Wakapolres Kudus Kompol Rendi Johan Prasetyo turut menempuh lintasan Fun Run. Kehadiran mereka semakin menambah semarak acara.

Dari sisi prestasi, kategori 10K putra dimenangkan pelari asal Brebes, Tio Sifa Fahrizal. Ia mengaku bersyukur bisa menuntaskan lomba dengan hasil terbaik.

“Alhamdulillah, senang sekali bisa juara di Kudus. Persaingannya ketat, tapi rute cukup menantang dan seru,” kata Tio di sela penerimaan medali.

Sementara itu di kategori 5K putra, Edo Surya asal Tuban tampil sebagai yang tercepat.

“Dari awal saya berusaha menjaga ritme. Dukungan penonton di sepanjang jalan bikin tambah semangat,” ujarnya.

Untuk kategori 5K putri, pelari asal Kudus, Alfina Khoirun Nisa, sukses menjadi yang pertama menyentuh garis finish.

“Rasanya bangga bisa juara di kota sendiri. Semoga Fun Run seperti ini semakin sering digelar,” tutur Alfina.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasinya atas suksesnya penyelenggaraan Muria Fun Run. Ia menilai event ini tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga mampu mendorong geliat ekonomi dan pariwisata di Kudus.

“Saya dan Pak Dandim ikut berlari 5K sebagai bagian dari semarak Muria Fun Run di Kudus. Ini bukan hanya ajang olahraga, tapi juga ajang pariwisata. Harapannya, dengan adanya event ini ekonomi masyarakat meningkat, terutama UMKM. Modal laku, homestay laku, kuliner juga jalan. Inilah efek positif dari sebuah event,” ungkap Sam’ani.

Bupati juga meminta maaf apabila penyelenggaraan lomba sempat mengganggu aktivitas warga.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kudus mohon maaf kalau perjalanan masyarakat agak terganggu, mungkin ada yang mau bekerja atau beraktivitas. Tapi ini demi semaraknya Kudus, demi meningkatkan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Sam’ani menegaskan pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Kudus sebagai daerah sport tourism. Ia menyebut selama ini banyak event olahraga rutin digelar di Kudus, mulai dari badminton, sepak bola perempuan, panahan, pencak silat, hingga lari.

“Faktor utama dari sebuah event adalah keamanan. Dari TNI-Polri sudah menjamin keamanan, sehingga masyarakat bisa merasa nyaman. Pemerintah tentu mendukung penuh event-event olahraga ini. Dengan adanya kegiatan seperti Muria Fun Run, perputaran uang di masyarakat juga lebih lancar,” katanya.

Sam’ani juga berharap event Muria Fun Run bisa terus digelar setiap tahun.

“Rencananya tahun depan juga akan digelar lagi. Pemerintah akan selalu mendukung siapa pun yang ingin menyelenggarakan event-event serupa di Kudus. Semua kegiatan olahraga yang berdampak positif, termasuk untuk ekonomi masyarakat, pasti kami dukung,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.