Kudus, isknews.com – Museum Jenang Kudus atau Gusjigang X-Building dipilih sebagai lokasi kegiatan walking tour edukatif berbasis permainan bertajuk Game at The Museum yang digelar oleh komunitas Lelana (Walking Tour Kudus), Minggu (25/1/2025). Kegiatan ini menggabungkan wisata sejarah, permainan interaktif, serta edukasi budaya dengan konsep yang kreatif dan menyenangkan.
Program tersebut menjadi rute spesial Lelana yang memadukan aktivitas walking tour dengan permainan kartu edukatif di dalam museum. Melalui konsep ini, peserta diajak mengenal sejarah Kudus melalui narasi koleksi museum dengan cara yang tidak monoton.
Rohmat Hidayatullah dari Tim Lelana menjelaskan bahwa Game at The Museum dirancang sebagai metode pembelajaran sejarah yang lebih interaktif.
“Ini adalah rute spesial namanya Game at the Museum. Secara kegiatan memang kami fokuskan pada game. Jadi belajar sejarah itu melalui permainan yang menarik dengan memanfaatkan koleksi-koleksi yang ada di museum,” jelas Dayat, sapaan akrabnya.
Ia menyebutkan, konsep walking tour tetap menjadi ciri utama Lelana, namun dikombinasikan dengan permainan agar peserta lebih mudah memahami sejarah kota.
“Walking tour kami mix dengan Game at the Museum. Peserta mengenal seluruh koleksi museum melalui narasi sejarah yang dikemas dalam bentuk permainan,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15 peserta dibagi ke dalam tiga kelompok. Setiap kelompok ditantang menyelesaikan permainan kartu berisi petunjuk dan pertanyaan yang berkaitan dengan koleksi museum.
“Game ini menjadi cara kami mengedukasi peserta agar belajar sejarah dengan menyenangkan, tidak seperti di bangku sekolah atau kuliah. Harapannya peserta tetap mendapatkan unsur edukasi sekaligus rekreasi,” ungkapnya.
Selain eksplorasi museum, kegiatan juga dirangkai dengan Visit Factory Jenang Mubarak. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sejarah jenang dari masa ke masa, termasuk proses produksi hingga distribusi.
“Peserta bisa melihat langsung proses pembuatan jenang, mulai dari produksi, pengepakan sampai distribusi. Alhamdulillah peserta sangat antusias karena bisa melihat langsung meskipun dari area atas,” kata Dayat.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan ketertarikan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkunjung ke museum serta mengenal sejarah Kudus dengan cara yang lebih kreatif.
Sementara itu, Manager Marketing Museum Jenang atau Gusjigang X-Building Kudus, Muhammad Kirom, menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kreativitas komunitas Lelana.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Game at the Museum ini. Anak-anak muda diberi tantangan untuk mengenal Kudus lebih dalam melalui konsep game yang dikaitkan dengan koleksi museum,” tuturnya.
Menurut Kirom, Museum Jenang memiliki banyak spot koleksi yang menjelaskan sejarah Kudus dari masa ke masa sehingga sangat relevan dijadikan sarana edukasi berbasis permainan.
“Peserta harus memecahkan clue yang berkaitan dengan spot koleksi museum. Bagi yang berhasil mengumpulkan semua jawaban akan menjadi pemenang,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa direncanakan akan digelar secara rutin setiap bulan dengan peserta dari berbagai kalangan, mulai komunitas hingga akademisi.
“Event ini sangat seru dan menjunjung tinggi nilai edukasi. Ini semakin memperkuat Museum Jenang sebagai wahana pembelajaran sejarah bagi generasi saat ini,” tambah Kirom.
Salah satu peserta, Ella, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut ini sebagai pengalaman pertamanya mengikuti walking tour Lelana sekaligus berkunjung ke Museum Jenang setelah renovasi.
“Terakhir ke sini tahun 2017, sekarang jauh lebih lengkap. Aku belajar banyak hal, mulai dari sejarah sampai proses pembuatan jenang,” katanya.
Meski belum berhasil menyelesaikan seluruh kartu permainan, Ella mengaku tetap menikmati seluruh rangkaian kegiatan.
“Seru banget. Buat teman-teman yang belum pernah ke Museum Jenang dan belum pernah ikut Lelana, wajib banget nyobain,” pungkasnya. (AS/YM)







