KUDUS, ISKNEWS.COM – Musim libur sekolah menjadi berkah bagi destinasi wisata Pijar Park di lereng Gunung Muria, Kabupaten Kudus. Selama tiga pekan masa liburan, jumlah kunjungan wisatawan meningkat sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut membuat target kunjungan yang dipatok pengelola berhasil terlampaui.
CEO Pijar Park, Yusuf, mengatakan, sepanjang tiga minggu libur sekolah tahun ini, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai sekitar 25 ribu orang. Lonjakan tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor pariwisata di kawasan Muria.
“Selama tiga minggu liburan ini ada sekitar 25 ribu pengunjung. Dibandingkan tahun lalu naik sekitar 50 persen. Target kunjungan juga sudah terlampaui,” ujar Yusuf, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, tingginya minat masyarakat berwisata ke Pijar Park mendorong pengelola untuk terus melakukan pengembangan. Sejumlah wahana dan fasilitas baru tengah dipersiapkan agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas saat berkunjung.
Salah satu proyek yang kini dikebut adalah pembangunan Villa Lembah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mengakomodasi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam lereng Muria lebih lama melalui konsep menginap di tengah kawasan pegunungan.
Selain Villa Lembah, Pijar Park juga akan menghadirkan sejumlah spot swafoto atau Instagramable terbaru. Pengelola turut membangun sebuah kafe dengan konsep berbeda, di mana pengunjung dapat menikmati sajian kopi dari area yang berada di atas rimbunnya pohon pinus.
“Nanti ada kafe baru. Pengunjung bisa nongkrong seolah-olah berada di atas pohon pinus sambil menikmati pemandangan alam. Konsep ini kami siapkan untuk memberikan pengalaman baru bagi wisatawan,” katanya.
Membludaknya jumlah wisatawan saat musim liburan juga berdampak pada kapasitas parkir. Pada beberapa hari puncak kunjungan, area parkir yang tersedia tidak mampu menampung seluruh kendaraan sehingga parkir meluas hingga ke kawasan permukiman warga.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pengelola berencana menambah area parkir sekaligus menata akses menuju Pijar Park. Langkah itu menjadi bagian dari persiapan menghadapi lonjakan kunjungan pada musim liburan berikutnya, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru.
Di sisi lain, Pijar Park juga mulai mengembangkan Pijar 2 di kawasan Dukuh Waringin. Pengembangan ini dilakukan dengan menggandeng masyarakat desa sekitar agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan lebih luas.
Konsep Pijar 2 akan memadukan wisata alam dengan pemberdayaan masyarakat melalui keberadaan sentra UMKM, ruang-ruang kreatif, hingga pemanfaatan bangunan yang sudah tidak digunakan menjadi kawasan wisata. Pengunjung juga akan disuguhi pengalaman menjelajahi kawasan tersebut menggunakan kendaraan jeep.
Menurut Yusuf, pengembangan Pijar 2 menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem wisata yang saling terhubung di kawasan Muria. Nantinya, wisatawan dapat menikmati paket perjalanan yang menghubungkan Pijar Park dengan destinasi lain seperti Waduk Logung, kawasan religi Sunan Muria, hingga Air Terjun Montel.
“Kami ingin destinasi wisata di kawasan Muria saling terkoneksi. Dengan begitu, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan, sementara manfaat ekonomi juga bisa dirasakan masyarakat di desa-desa sekitar kawasan wisata,” pungkasnya. (YM/YM)










