Musthofa Dorong Bank Salurkan Pinjaman Modal UMKM Terdampak Pandemi

oleh

Kudus, isknews.com – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Musthofa mendorong kepada semua Lembaga keuangan dan perbankan terutama milik pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk meningkatkan penyaluran pinjaman permodalannya, kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kebijakan sebagai bentuk rekoveri dampak pandemi global covid-19 yang juga melanda Indonesia ini dimaksudkan agar sektor riil tetap bergerak di tengah pandemi covid-19 yang hingga kini belum reda.

Hal itu diungkapkan Musthofa dalam kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat dan penyaluran bantuan paket sembako dalam rangka kunjungan kerja masa reses di rumah aspirasi yang berada di kediamannya di Kudus, Rabu (06/08/2020).

‘’Kepedulian pemerintah terhadap sektor UMKM cukup besar dan anggaran anggaran yang disiapkan juga cukup besar,’’ kata Musthofa.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Musthofa saat menyerahkan paket bantuan kepada perwakilan wartawan di Kudus (Foto: YM)

Maka, lanjutnya, pelaku UMKM di Kudus dapat mengakses penyaluran pinjaman permodalan itu di bank-bank pelat merah yang tergabung dalam Himbara. Kemudahan yang diberikan itu sebagai wujud kehadiran pemerintah untuk membantu rakyat yang terdampak pandemi covid-19

‘’Negara tetap hadir agar sektor riil tidak stagnan,’’ jelasnya.

Pihaknya menjelaskan, bantuan permodalan yang digelontorkan pemerintah untuk membantu pelaku UMKM melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 30 triliunan.

Mantan Bupati Kudus itu pun mengaku, sudah melakukan pengecekan di sejumlah lembaga perbankan di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Kudus terkait tingkat penyaluran kreditnya.

‘’Realisasinya memang perlu didorong agar lebih besar, dengan prioritas untuk UMKM dan perlu diawasi,’’ tandasnya.

Musthofa menilai, jangan sampai hanya corporasi yang bisa mendapatkan kemudahan penyaluran pinjaman permodalan itu. Mengingat di tengah pandemi seperti sekarang semua sektor terdampak. Dan pelaku UMKM dipastikan masih tetap bisa eksis sepanjang mendapat dukungan pemerintah.

‘’Di era digital seperti sekarang, tidak ada yang sulit untuk memasarkan produk UMKM. Adanya jaringan internet, dapat dijadikan langkah antisipasi penyebaran virus corona untuk menjual produk UMKM,’’ ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Diakui, pandemi covid-19 memang memberikan dampak psikologis terhadap pelaku UMKM sehingga pemerintah kabupaten maupun provinsi juga perlu memberikan jaminan keamanan atas dampak virus corona.

‘’Roda perekonomian harus tetap jalan, demikian juga protokol kesehatan tetap diterapkan dengan ketat,’’ kata Musthofa.

Dia menambahkan, Pemerintah daerah harus cerdas dan cermat dengan program-program Pemerintah Pusat, yang ditujukan untuk pemberdayaan UMKM di tingkat daerah. Tujuan dari program tersebut tidak lain agar sektor riil tetap bergerak dengan baik.

‘’Ketika perekonomian di daerah tetap bergerak dengan baik, maka permasalahan pengangguran maupun kredit macet yang dialami perbankan juga bisa teratasi,’’ pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :