Pati, isknews.com – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Margorejo Kabupaten Pati meminta kepada pemerintah agar menertibkan semua tempat prostitusi di wilayahnya.

Pasalnya setelah pembubaran Lorok Indah (LI) pada 3 Februari 2022 lalu, masih ada sejumlah tempat yang digunakan sebagai pelacuran.
Hal itu berdasarkan pantauan dari pengurus MWC NU Margorejo. Salah satunya di Kampung Baru Margorejo. Bahkan, ia menyebut ada juga kos-kosan yang digunakan jadi tempat open BO (bocking order).
“Selain di sini (Warung Margorejo yang sudah dibongkar), ada di Kampung Baru. Kalau yang open BO kita tidak bisa kontrol karena hubungan dengan aplikasi dan sebagainya,” kata Ketua MWC NU Margorejo, Mahfud.
Mahfud mengungkapkan, keberadaan kos-kosan yang jadi tempat open BO sulit terdeteksi. Namun, pihaknya menduga ada sejumlah kos-kosan di wilayahnya digunakan sebagai tempat pelacuran tersebut.
“Menurut teman-teman di Ansor Margorejo itu di dekat STAI Pati itu ada. Banyak sekali yang di tempati wanita-wanita yang memberikan jasa open BO,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa aktivitas tersebut telah melanggar norma Agama. Sehingga pihaknya meminta kepada pihak berwenang agar semua tempat prostitusi ditertibkan.
“Secara agama jelas melanggar. Itu sudah masuk perzinahan. Kita sudah berkomunikasi dengan pihak terkait. Kita dari tokoh masyarakat dan tokoh agama ikhtiar meminta kepada pemerintah untuk segera ditertibkan semua,” tandasnya.
Sebelumnya, sejumlah warung remang-remang di Margorejo dibongkar paksa pihak berwenang pada Senin (12/6) lalu. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jawa Tengah terjun langsung melakukan pembongkaran tersebut.(Mel)






