Napak Tilas KHR Asnawi, Jejak Dakwah Gunung Muria yang Tak Pernah Padam

oleh -409 Dilihat
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris dan pengasuh Pondok Bendan serta Cicit KHR Asnawi yakni KH Khafid Asnawi, saat ikuti Napak Tilas “Suluh Peradaban: Mulat Ngelmu lan Laku”, Jejak KHR Asnawi di Kudus, Jumat 12/12/2025 (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Rangkaian Napak Tilas Laku KHR Asnawi dalam Haul ke-68 ulama besar Kudus berlangsung khidmat dan penuh makna. Dengan tema “Suluh Peradaban: Mulat Ngelmu lan Laku”, kegiatan yang dilepas oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dari Pondok Bendan itu menjadi momentum refleksi nilai ilmu dan keteladanan yang diwariskan KHR Asnawi kepada generasi masa kini, Jumat (12/12/2025)

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, napak tilas kali ini lebih menekankan pemaknaan mendalam atas perjalanan dakwah KHR Asnawi. Para peserta berjalan dari Pondok Bendan menuju Masjid Sunan Muria sebagai titik akhir, sebelum melanjutkan kegiatan dengan ngaji Kitab Pelanggerane Sholat.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa napak tilas bukan sebatas tradisi tahunan, tetapi sarana untuk menyambungkan generasi muda dengan keteguhan laku sang ulama besar.

“Napak tilas seperti ini menjadi sarana untuk mengenang laku beliau yang penuh keteguhan. Anak-anak muda dapat meneladani kesungguhan Mbah Asnawi dalam menuntut dan mengamalkan ilmu,” ujarnya saat melepas peserta.

Menurutnya, perjalanan spiritual tersebut juga memiliki nilai budaya dan potensi wisata religi yang perlu terus dijaga.

“Selain bernilai sejarah, ini adalah aset budaya dan spiritual yang harus kita pelihara,” imbuhnya.

Sementara itu, cicit KHR Asnawi, KH Khafid Asnawi, menjelaskan bahwa napak tilas menjadi simbol beratnya perjuangan sang ulama dalam menyebarkan ilmu. Perjalanan panjang menuju kawasan Gunung Muria mencerminkan ketekunan dan kesungguhan berdakwah yang patut diteladani para santri.

“Laku dari Pondok Bendan menuju Makam Sunan Muria ini untuk menyemangati para santri. Dulu Mbah Asnawi berjalan jauh untuk mengajar masyarakat Gunung Muria. Itu tidak mudah, perjuangannya berat. Kami ingin para santri mengetahui dan meneladani hal ini,” ungkapnya.

Khafid menambahkan, napak tilas ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pencarian ilmu membutuhkan kesabaran, keteguhan, dan kesiapan menempuh berbagai medan perjuangan.

Rangkaian Apak Tilas Laku KHR Asnawi kembali menegaskan bahwa jejak dakwah sang ulama tetap menjadi suluh peradaban, menguatkan spiritualitas, membentuk karakter dan merawat tradisi keilmuan di bumi Kudus. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.