Ngembal Kulon dan Mlatinorowito wakili Kudus dalam Lomba Desa tingkat Jateng 2024

oleh -1,145 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2024 kembali digelar. Kabupaten Kudus diwakili oleh Desa Ngembal Kulon dan Kelurahan Mlatinorowito. Pasalnya, dua desa/kelurahan tersebut memiliki inovasi monumental yang mungkin belum ditemukan di tempat lain.

Penyambutan Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Jawa Tengah digelar Kamis (6/6/2024) di Pendapa Kabupaten Kudus.

Kepala Dispermadesdukcapil Provinsi Jawa Tengah yang juga Ketua Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan Provinsi Tri Harso Widi Rahmanto mengatakan, lomba ini dimaksudkan untuk mendorong peningkatan kinerja pemerintah desa dalam berbagai kegiatan, baik pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Kudus M. Hasan Chabibie merasa yakin Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati dan Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota mampu menjadi jawara Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2024 saat menyambut Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Jawa Tengah di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (6/6/2024).

Hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah Tri Harso Widirahmanto, Pj Ketua TP PKK Kudus Aini Hasan Chabibie, Asisten Sekretaris Daerah, perwakilan OPD, Camat, Kepala Desa, dan Lurah.

Sebagaimana diketahui, Desa Ngembal Kulon berinovasi dengan membuat program Intan Perjaka (Iuran Tanah Perluasan Jalan Kampung) yang ditujukan agar rumah warga desa setempat memiliki akses jalan layak dengan gotong royong. Tercatat telah dibuka 46 titik akses jalan baru bagi warga. Dimana ada 209 warga yang sukarela iuran baik uang maupun tanah untuk penyediaan akses jalan.

Sementara, Kelurahan Mlatinorowito memiliki inovasi di bidang pemanfaatan limbah sampah untuk dikelola menjadi bahan berguna. Seperti pembuatan tas plastik, dompet plastik, dan kerajinan lainnya. Warga Mlatinorowito juga aktif memproduksi kuliner khas, seperti kue semprong. Terakhir, kesenian tradisional barongan dilestarikan di sana.

Hasan menilai, inovasi yang dihasilkan oleh dua desa/kelurahan ini adalah sebuah jawaban dari tantangan dan dinamika yang terjadi di masyarakat. Maka, ia yakin desa/kelurahan yang ada di Kudus akan semakin inovatif dan melek digital dalam menyelesaikan problematika di lapangan.

Terakhir, Pj bupati menegaskan ikhtiar soal perbaikan yang berkelanjutan harus menjadi nafas bagi penyelenggara pelayanan publik, baik dari tingkat pemerintah daerah, kecamatan, hingga desa/kelurahan. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :