KUDUS, ISKNEWS.COM — Masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kudus Kelompok 50 di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, resmi berakhir.
Penutupan KKN digelar di Balai Desa Pasuruhan Lor pada Selasa, 1 September 2026, pukul 10.00–12.00 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi momen perpisahan mahasiswa dengan masyarakat setelah menjalankan berbagai program kerja dan kegiatan pengabdian selama berada di desa.
Acara dihadiri Kepala Desa Pasuruhan Lor beserta perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perwakilan IPNU dan IPPNU, beberapa perwakilan RT dan RW, perwakilan ibu-ibu PKK, serta seluruh mahasiswa KKN Kelompok 50.
Pemerintah Desa Apresiasi Kontribusi Mahasiswa
Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa dan Kepala Desa Pasuruhan Lor, Noor Badri.
Dalam sambutannya, Noor Badri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kelompok 50 atas kontribusi mereka selama menjalankan pengabdian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kelompok 50 yang telah membantu dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan di Desa Pasuruhan Lor. Semoga pengalaman selama KKN dapat menjadi bekal yang bermanfaat dan silaturahmi yang sudah terjalin tetap terjaga,” ujar Noor Badri.
Ucapan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kebersamaan mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN di Pasuruhan Lor.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 50, Aristoni, turut menyampaikan terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat yang telah menerima serta mendukung mahasiswa selama menjalankan program kerja.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Pasuruhan Lor dan seluruh masyarakat atas penerimaan, dukungan, serta kerja sama yang diberikan kepada mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Semoga apa yang telah dilakukan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Aristoni.
Menonton Kembali Perjalanan KKN
Suasana penutupan semakin terasa ketika mahasiswa dan masyarakat mengikuti nonton bareng (nobar) dokumenter perjalanan KKN Kelompok 50.
Dokumenter tersebut menampilkan berbagai program kerja, kegiatan bersama warga, hingga momen kebersamaan mahasiswa selama menjalankan pengabdian.
Bagi mahasiswa, pemutaran dokumenter menjadi kesempatan untuk kembali mengenang perjalanan yang telah dilalui selama KKN.
Berbagai aktivitas yang sebelumnya menjadi bagian dari keseharian mereka kembali hadir melalui potongan-potongan dokumentasi.
Mushofahah Jadi Momen Perpisahan
Setelah pemutaran dokumenter, kegiatan dilanjutkan dengan mushofahah atau bersalaman.
Mahasiswa bersalaman dengan Kepala Desa beserta perangkat, perwakilan organisasi dan masyarakat, serta para tamu undangan.
Momen tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan.
Mushofahah menjadi simbol berakhirnya masa pengabdian mahasiswa sekaligus harapan agar hubungan baik yang telah terjalin tetap terjaga.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan dokumentasi bersama antara mahasiswa KKN Kelompok 50, Pemerintah Desa Pasuruhan Lor, serta para tamu undangan.
KKN Berakhir, Silaturahmi Tetap Berlanjut
Penutupan KKN menjadi akhir dari rangkaian pengabdian mahasiswa Kelompok 50 di Desa Pasuruhan Lor.
Meski kegiatan KKN telah selesai, pengalaman dan kebersamaan bersama masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian berharga bagi mahasiswa.
Program kerja yang telah dilakukan juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Pasuruhan Lor.
Sementara itu, tali silaturahmi yang telah terjalin selama KKN diharapkan tetap terjaga meskipun mahasiswa telah kembali melanjutkan aktivitas akademiknya. (*)







