Nonton Bareng Film Jejak Langkah Dua Ulama di UMKU : Inilah Kisah Keikhlasan Dua Ulama Besar

oleh

Kudus, isknews.com – Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus menggelar acara nonton bareng sebuah film berjudul ” Jejak Langkah Dua Ulama” di Auditorium Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang merupakan produksi bersama oleh dua ormas Islam Nahdhatul Ulama (NU) yang diwakili oleh Pesantren Tebuireng Jombang dan LSBO PP Muhammadiyah.

Dihadiri oleh ratusan pengunjung nonton bareng juga diikuti oleh Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Dandim 0722 Kudus Letkol Arm Irwansyah dan Kapolres Kudus AKBP Catur Gatot Efendi yang turut meramaikan kegiatan nonton bareng bersama ketua PDM Achmad Hilal Majdi dan Wakil ketua PCNU Kudus Agus Hari Ageng, Selasa (25/02/2020).

Suasana saat film Jejak Langkah Dua Ulama diputar di Auditorium UMKU (Foto: YM)

Pemutaran film digelar sekitar pukul 21.00 dan film yang menggambarkan sosok dua ulama, Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. memperoleh sambutan antusias dari para penonton.

TRENDING :  Ribuan Warga Hadiri Puncak Milad 106 Muhammadiyah Di Pendopo

Tak hanya masyarakat dari kalangan Muhammadiyah, tokoh masyarakat dari Nahdlatul Ulama (NU) pun turut hadir.

Plt Bupati Kudus, HM Hartopo mengaku senang, film tersebut untuk pertama kalinya dapat membuat dua organisasi ‎Islam Muhammadiyah dan NU nampak hubungannya semakin erat.

“Ini baru pertama kalinya saya melihat dua organisasi Islam bisa kumpul bersama melihat bagaimana persahabatan dua ulama besar dari NU dan Muhammadiyah,” jelas dia, dalam sambutannya.

‎Dia mengapresiasi, kehadirannya film tersebut untuk bisa mengingatkan kembali bagaimana dua organisasi itu terbentuk.

Tidak hanya menjadi organisasi yang menyebarkan Islam saja, tetapi berperan dalam melawan penjajahan dan merebut kemerdekaan.

Suasana sebelum pemutaran film (Foto: YM)

‎”Memang dua organisasi ini tipenya beda, tapi tujuannya sama yakni untuk menegakkan agama Islam dan menjaga keutuhan bangsa,” ujar dia.

Dia berharap, film tersebut dapat menginspirasi warga masyarakat untuk ikut serta menjaga keutuhan bangsa dan negara.

TRENDING :  Sedekah Bumi Sebagai Ucapan Raya Syukur Dan Melestarikan Budaya

Sehingga perjuangan para ulama dalam sejarah tersebut tidak sia-sia karena generasi penerusnya hingga kini masih mengobarkan nilai-nilai semangat yang sama.

“Dua tokoh ulama besar ini bisa menjadi inspirasi, sekaligus introspeksi diri. Kedua organisasi ini ibarat sayap garuda yang memiliki semangat sama menjaga keutuhan bangsa,” jelas dia.

‎Wakil Ketua PCNU Kabupaten Kudus, Agus Hari Ageng yang hadir menonton bareng film itu mendapatkan kesan yang mendalam.

Dia bisa melihat bagaimana keikhlasan dua ulama besar itu dalam berdakwah, di tengah persoalan-persoalan.

“Dua ulama ini tinggal pada situasi yang berbeda, jadi pola pendekatannya berbeda,” ujar dia.

Menurutnya, dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Muhammadiyah dan NU itu tidak ada persoalan dalam sisi ilmu dan perjuangan.

Sehingga, dia ingin tidak ada lagi sekat antara Muhammadiyah dan NU karena keduanya memiliki tujuan yang sama.

TRENDING :  Ribuan Warga Muhammadiyah Jateng Malam Nanti Hadiri Gelar Takbir Akbar Di Halaman Kantor Gubernuran Semarang

“‎Selama ini sebenarnya kami ini bersama, meskipun bajunya berbeda. Makanya sekarang marilah lupakan baju untuk kembali lagi bersama memajukan bangsa,” jelas dia.

Sementara itu, Pimpinan Muhammadiyah Kudus, Ahmad Hilal Madjdi berharap penontonnya bisa bergembira dan mendapatkan inspirasi dari jejak langkah dua ulama besar ini.

Menurutnya, NU dan Muhammadiyah merupakan dua sayap garuda yang harus beriringan satu sama lain.

“Dua organisasi Islam ini punya tujuan yang baik untuk kemaslahatan Islam dan bangsa serta negara,” kata dia.

Perbedaan antara NU dan Muhammadiyah, kata dia, tidak perlu dibesarkan karena pada dasarnya para pendiri terdahulu pun tidak pernah menyoal hal tersebut.

“Yang berbeda tidak usah diulik-ulik, pada prinsipnya kami sama berada untuk kepentingan umat,” jelas dia.‎ (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :