Normalisasi Sungai di Kudus Terbentur Aturan Khusus dan Pembebasan Lahan

oleh -270 kali dibaca
Ilustrasi normalisasi sebuah sungai di Kudus beberapa waktu lalu (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Bencana banjir masih terus terjadi di Kabupaten Kudus. Penyebabnya karena curah hujan tinggi yang menyebabkan air sungai meluap hingga ke rumah warga di beberapa desa yang ada di Kabupaten Kudus.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus saat ini terus berupaya untuk menanggulangi bencana tersebut secepat mungkin. Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan bahwa saat ini terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan normalisasi sungai. Hal ini karena perlu ada standarisasi dan aturan khusus dalam melakukan normalisasi sungai tersebut.

“Perlu ada normalisasi dan itu ada standar serta aturan khusus, tidak bisa sembarangan di normalisasi, jadi tidak bisa sungai kecil di normalisasi, setidaknya lebar sungai itu enam puluh meter baru bisa di normalisasi” ujar Hartopo.

Sedangkan, lanjut dia, banyak tanah di bibir sungai yang saat ini menjadi hak milik warga. Sehingga pihaknya saat ini sedang melakukan sosialisasi kepada warga supaya berkenan untuk merelakan tanah miliknya yang berada di bibir sungai. Supaya normalisasi sungai bisa segera dilakukan.

“Kita saat ini masih melakukan negoisasi dengan warga yang memiliki tanah di bibir sungai melalui fasilitator, karena proses tersebut panjang sekali” kata dia.

Dinas PUPR dan BPN saat ini juga masih terus berupaya melakukan sosialisasi ke warga terkait penyerahan lahan tersebut. Hal ini karena anggaran pemerintah daerah tidak mencukupi untuk melakukan pembebasan lahan.

Banyak anggaran yang di refocusing untuk penanganan virus covid-19. Padahal normalisasi sungai ini merupakan langkah yang bisa dilakukan supaya bencana banjir ini tidak terus terjadi.

“Yang bermasalah untuk pembebasan tanah lumayan banyak seperti di goleng, saat ini belum ada titik temu, tapi kita akan upayakan terus” ucapnya.

Lebih lanjut, pihakya juga akan melakukan reboisasi untuk mengurangi abrasi yang terjadi di sedimen sungai. Supaya sungai tidak mudah tergerus karena aliran sungai yang deras.

“Pokok persoalan untuk bencana disini itu memang banyak sekali, kita juga harus ada reboisasi terkait pengundulan hutan supaya ketika hujan tidak terjadi abrasi yang menggerus sedimen sungai” tuturnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.