Kudus, isknews.com – Dalam upaya memperkuat langkah normalisasi Sungai Wulan dan mencegah potensi banjir, Pemerintah Kabupaten Kudus bergerak cepat dengan menggelar kerja bakti pembersihan gorong-gorong drainase di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Jumat (21/11/2025). Kegiatan lintas instansi ini melibatkan TNI, Polri, organisasi masyarakat seperti BSN dan Panji Bangsa, perangkat Desa Jati Wetan, serta Kecamatan Jati. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memimpin langsung pembersihan saluran yang berada di perbatasan Kudus–Demak tersebut.
Bupati Sam’ani menjelaskan bahwa pembersihan drainase menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan aliran air dari kawasan permukiman menuju kolam retensi Tanggulangin. Upaya ini dipadukan dengan normalisasi Sungai Wulan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampungan air dan memperlancar aliran sungai saat musim hujan.
“Semua turun bersama-sama hari ini untuk bersih-bersih saluran. Ini langkah antisipatif menghadapi musim penghujan agar air dapat mengalir lancar dan tidak menimbulkan genangan. Kondisinya sudah lebih baik setelah normalisasi, dan kami berterima kasih kepada PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai, dan PSDA yang telah bekerja keras,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa seluruh instansi harus dalam kondisi siap siaga, mulai dari BPBD hingga relawan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana). Pembersihan saluran dilakukan sebagai bentuk mitigasi dini agar ketika hujan lebat turun, air dapat langsung mengalir tanpa mengganggu aktivitas warga maupun arus lalu lintas.
62 Titik Drainase Ditangani, Dimensi Saluran Diperlebar
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menerangkan bahwa perbaikan drainase tahun ini dilakukan lebih serius dengan menyesuaikan dimensi saluran sesuai karakteristik wilayah. Area hilir yang membutuhkan kapasitas lebih besar kini diperlebar untuk meningkatkan volume tampung air dan mempercepat aliran.
“Kalau dulu ukuran saluran hampir seragam, sekarang kita sesuaikan. Ada yang kita pasang hingga 1,2 meter, padahal sebelumnya hanya 60–80 sentimeter. Dimensi lebih besar membuat saluran bekerja lebih optimal,” jelas Harry.
Terdapat sekitar 62 titik drainase yang masuk dalam paket perubahan tahun 2025, dengan progres pengerjaan mencapai 60 persen. Beberapa pekerjaan akan berlangsung hingga 28 Desember 2025. Harry meminta maaf kepada masyarakat atas kemungkinan kemacetan yang timbul akibat pembongkaran dan pembangunan saluran di beberapa titik.
Alat Berat Dikerahkan dan Dukungan CSR Dilibatkan
Dalam kerja bakti tersebut, Dinas PUPR mengerahkan ekskavator, dua truk pengangkut dari PKPLH, kendaraan pickup dari PT Pura, serta pompa air yang digunakan oleh relawan. Karena sebagian aliran air berasal dari kawasan industri, Pemkab Kudus turut meminta PT Pura mendukung melalui program CSR untuk menjaga kondisi saluran tetap bersih.
Harry menambahkan bahwa hujan pada awal November sempat membuat air hampir naik ke badan jalan, sehingga Bupati memerintahkan percepatan pembersihan gorong-gorong. Selain itu, beberapa kolam alami yang sebelumnya menjadi kantong air kini digunakan untuk menampung material hasil normalisasi Sungai Wulan, sehingga kapasitas resapan berkurang.
“Kita optimalkan saluran ini untuk mengurangi risiko genangan, terutama di kawasan barat jalan. Hari ini pembersihan dilakukan sepanjang 600–700 meter, karena saluran dipenuhi rumput, enceng gondok, sedimen, dan sampah,” ujarnya. (AS/YM)







