NYERI SENDI

oleh -164 Dilihat

Oleh : dr. Noviandi Herlambang , Sp.S.M.Si,Med (RS. Mardi Rahayu Kudus)

Nyeri sendi adalah salah satu keluhan yang paling sering diderita oleh pasien, terutama dengan usia yang semakin bertambah. Nyeri sendi dapat disebabkan oleh berbagai macam keadaan. Salah satu penyebab yang paling sering adalah Osteoartritis, atau sering juga disebut dengan pengapuran sendi.

Osteoartritis adalah kelainan sendi kronis dengan ditemukannya keadaan perlunakan progresif dan disintregrasi kartilago sendi disertai dengan pertumbuhan kartilago dan tulang baru pada batas sendi (osteofit) serta fibrosis kapsular. Perubahan ini adalah hasil berbagai variasi abnormal yang merupakan predisposisi bagi kegagalan mekanis kartilago sendi hialin. Disebut primer jika ditemukan penyebab yang jelas, sedangkan sekunder bila terjadi setelah suatu keadaan patologis yang lain. Umumnya terjadi pada usia lanjut, akan tetapi dapat mengenai usia muda apabila terdapat kerusakan kartilago sendi, atau rusak akibat cedera pada usia muda.

Sebelum osteoartritis timbul pada seorang penderita, mungkin terlebih dahulu didapatkan adanya riwayat kelainan atau trauma pada sendi. Keluhan timbul secara intermiten diselingi periode remisi simptomatis dalam beberapa bulan atau mungkin alam beberapa tahun, sampai osteoartritis ini manifes. Kadang-kadang pada saat kekakuan sendi muncul, rasa nyeri menjadi hilang sama sekali.

Nyeri adalah gejala yang bisa timbul dan sering kali nyeri ini akan terasa lebih hebat saat penderita bangun dari tempat tidur atau saat melakukan kegiatan sehari-hari. Kejadian nyeri ini akan diperberat bila penderita melakukan gerakan yang tidak biasa atau gerakan berlebihan. Nyeri akan menghilang dengan beristirahat dan akan hilang dalam waktu yang lambat dibandingkan saat timbulnya nyeri. Adakalanya penderita mengeluh sangat nyeri pada malam hari saat berada di tempat tidur sehingga penderita mengalami kesulitan menemukan posisi yang dapat mengurangi nyeri.

Kekakuan umum, terjadi pertama kali setelah periode inaktif yang kemudian menjadi konstan dan progresif.

Bengkak,terjadi mungkin karena effusi cairan kedalam sendi.

Deformitas atau perubahan bentuk, seringkali menyertai kelainan osteoartritis (misal genu varus) tetapi dapat timbul pula akibat ketidakseimbangan otot-otot, kontraktur dari kapsul sendi atau tidak stabilnya sendi.

Penanganan Osteoartritis secara umum sudah semakin maju, termasuk penanganan dalam latihan dan fisioterapi, pemberian obat-obatan juga pemberian suntikan intra artikuler ke dalam sendi. Penanganan secara operatif dilakukan pada penderita yang gagal ditangani secara konservatif.

Tujuan utama terapi fisik adalah menghilangkan rasa nyeri dengan program latihan yang teratur untuk mengontrol gerakan-gerakan yang berlebihan yang dapat menimbulkan nyeri, relaksasi otot, merangsang sirkulasi, menekan peradangan, meningkatkan fungsi dengan cara meningkatkan kemampuan gerak, meningkatkan kekuatan, memperbaiki koordinasi dan menolong penderita menyesuaikan diri dengan ketidak mampuan fisik.

Penggunaan alat bantu dan mengubah gaya hidup. Alat bantu seperti tongkat, penopang siku akan membantu bagi penderita osteoartritis. Kursi yang tinggi, baik untuk penderita yang mengalami fleksi lutut dan panggul yang buruk. Penderita yang sama juga akan tertolong dengan penggunaan kloset duduk yang dipergunakan saat penderita buang air. Osteoartritis lutut atau panggul menyebabkan terjadinya pemendekan tungkai sehingga diperlukan sepatu dengan sol yang lebih tebal pada sisi yang sakit, walaupun hal itu tidak mengurangi progresifitas penyakit, tetapi paling tidak peningkatan sol sepatu tersebut akan memperbaiki gaya berjalan penderita. Tindakan-tindakan yang sederhana seperti menghindari gerakan yang berlebihan ditempat kerja atau dirumah, penurunan berat badan dan program-program latihan pergerakan sendi seringkali memberikan hasil yang memuaskan pada penderita osteoartritis. (YM/adv)

KOMENTAR SEDULUR ISK :