OJK Gandeng Fatayat NU Jateng, Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat

oleh -531 Dilihat
Foto: OJK

Regional, isknews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Jawa Tengah. Langkah tersebut dilakukan untuk membentuk masyarakat yang semakin cakap dalam mengelola keuangan serta mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.

Komitmen itu diwujudkan melalui kolaborasi antara OJK Provinsi Jawa Tengah dan Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) Jawa Tengah. Kerja sama tersebut ditandai dengan deklarasi bersama yang dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Fatayat NU di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Sabtu (30/5/2026).

Deklarasi tersebut disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Muhammad Fahrur Rozi, serta jajaran pengurus wilayah dan pengurus cabang Fatayat NU se-Jawa Tengah. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi wujud komitmen bersama untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga ke berbagai lapisan masyarakat.

Melalui kolaborasi tersebut, OJK dan Fatayat NU akan menjalankan sejumlah program, di antaranya edukasi keuangan kepada masyarakat, pengembangan kader sebagai duta literasi keuangan, serta penyebarluasan informasi mengenai produk dan layanan jasa keuangan yang legal dan aman digunakan.

Sebagai langkah awal, OJK Provinsi Jawa Tengah memberikan edukasi keuangan kepada sekitar 500 peserta yang terdiri atas pengurus wilayah dan pengurus cabang Fatayat NU dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan keuangan yang bijak, pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara aman, hingga kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal dan investasi ilegal.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo mengatakan, sinergi dengan Fatayat NU merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem literasi dan inklusi keuangan di Jawa Tengah.

“Jaringan Fatayat NU yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota merupakan potensi besar untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat. OJK akan terus mendorong penguatan kapasitas kader melalui berbagai program edukasi agar mereka dapat berperan sebagai agen literasi keuangan yang efektif,” ujarnya.

Menurut Hidayat, kader Fatayat NU memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat sehingga dapat menyampaikan informasi keuangan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Karena itu, kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat sekaligus memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan warga.

Melalui kerja sama ini, para kader Fatayat NU dan daiyah diharapkan dapat menjadi duta literasi keuangan di lingkungan masing-masing. Mereka akan berperan mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang sehat, penggunaan produk jasa keuangan yang legal, serta pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal.

Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah Tazkiyatul Muthmainnah menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK dalam meningkatkan kapasitas kader perempuan di bidang literasi keuangan.

“Kader Fatayat NU memiliki kedekatan yang kuat dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan perempuan. Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk menyebarluaskan edukasi keuangan yang inklusif, mudah dipahami, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Fatayat NU Jawa Tengah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan OJK melalui penyiapan perwakilan dari setiap cabang sebagai duta literasi keuangan. Para kader tersebut nantinya akan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Ke depan, program kolaborasi ini akan diperkuat melalui sinergi antara seluruh kantor OJK di Jawa Tengah dengan pengurus Fatayat NU di tingkat daerah. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi keuangan, khususnya bagi perempuan, keluarga, pelaku UMKM, serta berbagai komunitas masyarakat lainnya.

Melalui kerja sama yang berkelanjutan, OJK dan Fatayat NU Jawa Tengah berharap tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus meningkat sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak, mampu mengenali dan menghindari aktivitas keuangan ilegal, serta memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab. (AS/YM)