Optimalisasi Peran Keluarga Lewat Layanan Konseling: UMK dan USIM Gelar Kegiatan Pengabdian Kolaboratif

oleh -260 Dilihat
Foto: Dok. UMK

Kudus, isknews.com – Upaya memperkuat ketahanan keluarga di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks terus didorong Universitas Muria Kudus (UMK) melalui kegiatan bertajuk “Optimalisasi Peran Keluarga melalui Layanan Konseling Keluarga.” Program pengabdian yang digelar pada 5 November 2025 tersebut menjadi agenda kolaboratif antara UMK dan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), menandai penguatan jejaring akademik lintas negara dalam pengembangan layanan konseling keluarga.

Kegiatan ini diprakarsai oleh dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling UMK, Dr. Indah Lestari, M.Pd., Kons., dan Drs. Sucipto, M.Pd., Kons., serta diikuti mahasiswa, pendidik, konselor sekolah, hingga praktisi layanan sosial yang memiliki perhatian terhadap peran dan fungsi keluarga di era modern. Perwakilan UMK dalam sambutannya menyampaikan bahwa keluarga merupakan pondasi utama pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis, sehingga layanan konseling keluarga menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

Delegasi akademisi dari USIM turut memberikan perspektif global mengenai peran keluarga dalam masyarakat multikultural. Mereka menekankan pentingnya pendekatan konseling yang sensitif budaya dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan agar dapat diimplementasikan secara efektif di berbagai komunitas. Kerja sama ini sekaligus menjadi langkah awal menuju riset bersama dan pengembangan modul konseling keluarga di kawasan Asia Tenggara.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi terkait strategi komunikasi sehat dalam keluarga, pola pengasuhan adaptif, hingga teknik konseling untuk membantu orang tua mengelola konflik dan meningkatkan keterhubungan emosional dengan anak. Diskusi interaktif berlangsung dinamis, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu penguatan fungsi keluarga.

Penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa kolaborasi UMK–USIM akan terus diperluas, termasuk rencana pertukaran dosen, pengembangan kurikulum, hingga penyusunan program pengabdian berbasis konseling keluarga. “Kerja sama ini bukan hanya memperkuat relasi akademik, tetapi juga menciptakan dampak langsung bagi masyarakat melalui layanan yang lebih responsif dan inovatif,” ungkapnya.

Melalui kegiatan kolaboratif ini, UMK dan USIM berharap dapat melahirkan model layanan konseling keluarga yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

“Kolaborasi kedua institusi ini juga menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai pilar utama pembangunan sosial,” pungkasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :