Optimasi Fungsi Jaringan Irigasi DI Setro, Digadang Aliri 101 Ha Lahan Pertanian Mejobo

oleh

Kudus, isknews.com – Dalam upaya meningkatkan optimasi fungsi jaringan irigasi yang telah dibangun. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus melakukan peningkatan infrastruktur saluran irigasi disejumlah wilayah di Kudus. Satu diantaranya yakni di jaringan DI Setro yang terletak di Desa Mejobo Kecamatan Mejobo Kudus.

Ditemui di lokasi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto, mengatakan bahwa proyek rehabilitasi Saluran Setro hingga di 4 titik saluran irigasi ini dibiayai dengan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2020 sebesar Rp 742.517.000.

“Ditempat ini dibangun dua pintu air, yang satu untuk menyekat aliran sungai Tumpangkrasak dan sebuah pintu lagi yang berada tak jauh di sebelahnya, berfungsi membagi air dan menguras di saluran sekunder pertanian di Mejobo,” kata Arief, Kamis (01/02/2020).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto dan staf saat meninjau proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Setro di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus (Foto: YM)

Menurutnya, ditempat tersebut juga dibangun sebuah lantai yang berfungsi menjadi aliran air atau mercu yang dibangun untuk menggantikan mercu bebatuan yang mudah pecah atau terhanyut oleh arus air saat aliran tinggi di musim penghujan

“Pekerjaan perbaikan saluran irigasi ini dilaksanakan sejak Agustus akhir dan diharapkan selesai dalam 90 hari atau sekitar pertengahan bulan Desemeber tahun ini,” kata dia.

Lebih lanjut, beberapa hal yang menjadi skala perbaikan pada jalur jaringan irigasi ini, meliputi normalisasi saluran dan perbaikan saluran sekunder yang telah ditentukan.

Sementara itu Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Rasiyono di lokasi yang sama mengatakan, pengerjaan normalisasi saluran meliputi pengerukan lumpur atau sedimen, pembuatan lantai, hingga proses linning atau pembuatan senderan dan peninggian dinding saluran.

Ia berharap setelah dilakukan pemeliharaan saluran irigasi ini nantinya debit air meningkat, arus air lancar dan bisa mengairi 110 hektare sawah di kawasan ini yang mengalir hingga sampai di Desa Kirig, Mejobo.

“Kapasitas saluran-saluran ini meski dilakukan pengerukan sedimen secara berkala, namun butuh perbaikan saluran dengan kondisi banyak yang rusak agar pengairan sawah bisa maksimal kembali dalam beberapa tahun ke depan,” tuturnya.

“Dengan adanya perbaikan saluran induk hingga sekunder ini, kita berharap nantinya aliran air akan meningkat dan lancar setelah dilakukan perbaikan untuk membantu kebutuhan air masyarakat secara maksimal,” tutupnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :