Order Sabu Lewat Ekspedisi, Polisi Ringkus Pria Asal Bantul di Kudus

oleh -3.364 kali dibaca
Gambar tangkapan layar suasana penangkapan terduga RY di sebuah agen jasa pengiriman Desa Cendono Dawe (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Seorang pria asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta, berhasil diringkus Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Kudus, usai melakukan transaksi Narkoba jenis sabu melalui jasa ekspedisi di Kudus.

Pria tersebut berinisial RY (43) pekerja swasta yang tengah berdomisili di sebuah rumah kontrakan di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

RY diringkus setelah menyelundupkan narkoba jenis sabu yang diselipkan dalam sebuah paket pakaian yang dipesan dari Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Kamis (24/6/2021) di jasa pengiriman J&T Express Cendono.

Gambar tangkapan layar suasana penangkapan terduga RY di sebuah agen jasa pengiriman Desa Cendono Dawe (Foto: istimewa)

“Kami mendapat informasi ada barang pesanan yang diperkirakan diselipkan narkoba melalui jasa pengiriman, lalu kami lakukan penyelidikan, ” kata Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sucipto, Selasa, (29/6/2021).

Setelah melakukan penyelidikan, tak lama berselang paket yang diduga berisi narkoba tersebut diketahui di kirimkan melalui jasa ekspedisi di Kecamatan Dawe. Polisi pun lantas bekerjasama dengan pihak ekspedisi untuk meringkus pelaku.

“Waktu itu kami belum tahu barang apa, karena di pengiriman juga tertera pakaian. Setelah kami kerjasama dengan ekspedisi dan barang itu sudah sampai akhirnya diambil (pelaku). Orangnya kami amankan dan kami minta buka, ternyata ada narkobanya, ” jelasnya.

Dari penyelidikan polisi, pelaku sudah beberapa kali melakukan pembelian narkotika vis ekspedisi di berbagai daerah. Namun, saat di Kudus pelaku mengaku baru sekali melakukan hal tersebut.

“Barang bukti sabu sama bukti perlengkapan paketnya kami amankan. Sabunya satu paket tidak ada satu gram beratnya, kaos untuk menyelipkan sabu juga kami amankan, ” pungkasnya.

Atas kasus narkoba tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti satu paket sabu, pakaian yang dikirim untuk mengelabuhi petugas, dan bungkus paket tersebut.

Atas kasus ini, pelaku dijerat Pasal 127 ayat 3 Undang-undang Narkotika, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.(yy/ym)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.