PAD Disbudpar Kudus 2025 Tak Capai Target, Realisasi Hanya 95 Persen

oleh -355 Dilihat
Ilustrasi PAD

Kudus, isknews.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kudus dari sektor pengelolaan kekayaan daerah yang berada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) pada tahun 2025 belum mampu memenuhi target yang ditetapkan pemerintah daerah. Dari target sebesar Rp 3,8 miliar, realisasi pendapatan hanya mencapai sekitar 95 persen atau senilai Rp 3,5 miliar sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Berdasarkan data Disbudpar Kudus, dari sejumlah pos pendapatan yang ditetapkan, hanya retribusi penginapan yang mampu melampaui target. Sementara pos pendapatan lainnya masih tercatat berada di bawah target yang telah dicanangkan.

Secara rinci, retribusi pemanfaatan aset daerah ditargetkan sebesar Rp 445 juta dan terealisasi Rp 422 juta atau sekitar 95 persen. Retribusi parkir ditargetkan Rp 365 juta, namun realisasinya hanya mencapai Rp 310 juta atau sekitar 85 persen dari target.

Sementara itu, retribusi penginapan justru menunjukkan kinerja positif dengan realisasi Rp 350 juta atau 110 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 319 juta. Adapun retribusi tempat rekreasi dan olahraga tercatat terealisasi Rp 2,3 miliar atau sekitar 87 persen dari target Rp 2,7 miliar.

Pendapatan dari portal wisata Colo juga belum sepenuhnya memenuhi target. Dari target Rp 1,9 miliar, realisasi pendapatan tercatat sebesar Rp 1,8 miliar atau sekitar 95 persen.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Agus Susanto, menilai tidak tercapainya target PAD tersebut disebabkan target yang dibebankan kepada Disbudpar dinilai terlalu tinggi dibandingkan dengan potensi riil yang dimiliki.

“Target PAD Disbudpar pada 2025 terlalu tinggi. Secara kemampuan dan potensi, kami hanya mampu mencapai sekitar Rp 3,5 miliar,” ujar Agus saat ditemui di Kantor Disbudpar Kabupaten Kudus, Rabu (7/1/2026).

Selain persoalan target, ia menyebut faktor lain yang mempengaruhi capaian PAD adalah belum optimalnya penataan sejumlah destinasi wisata di Kudus. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kenyamanan dan minat kunjungan wisatawan.

Untuk meningkatkan pendapatan ke depan, Disbudpar berencana melakukan penataan ulang beberapa kawasan wisata. Salah satunya kawasan wisata religi Colo, dengan rencana pembongkaran dan pembangunan ulang tangga menuju Makam Sunan Muria serta penambahan pos pelayanan bagi pengunjung.

“Ke depan penataan destinasi harus lebih kami perbaiki agar wisata di Kudus semakin ramah bagi pengunjung. Kami juga terus berkoordinasi dengan Yayasan Sunan Muria supaya pembenahan bisa dilakukan secara menyeluruh,” tandasnya. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.