Update Akses Wisata Religi Muria: Medium Bus dan Mobil Kini Boleh Melintas Jalur Barat

oleh -239 Dilihat
Foto: istimewa

Kudus, isknews.com – Kabar baik bagi para peziarah dan pelaku wisata di kawasan lereng Gunung Muria. Akses jalur barat menuju Desa Colo dan Makam Sunan Muria di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, kini resmi dibuka kembali untuk kendaraan bus berukuran medium serta mobil roda empat pribadi.

Kebijakan ini diambil setelah sebelumnya kawasan tersebut sempat ditutup total bagi kendaraan wisatawan akibat bencana tanah longsor yang merusak Jembatan Desa Colo. Jembatan ini merupakan urat nadi transportasi utama menuju Makam Sunan Muria dari arah barat.

Kasatlantas Polres Kudus, AKP Royke Noldy Darean, menjelaskan bahwa pelonggaran akses ini mulai berlaku per Jumat (16/1/2026). Namun, ia menegaskan bahwa izin melintas ini masih terbatas untuk kategori kendaraan tertentu demi menjaga keamanan di area bekas longsor.

“Untuk yang menggunakan medium bus, elf, dan kendaraan bermotor roda empat bisa melewati jalur barat,” ujar AKP Royke.

Sementara itu, bagi kendaraan besar seperti bus pariwisata berukuran besar dan truk, aturan tetap tidak berubah. Kendaraan-kendaraan tersebut diarahkan untuk parkir di Terminal Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu. Pemerintah telah menyediakan layanan shuttle atau angkutan khusus untuk mengantar peziarah dari terminal menuju kawasan Colo.

Untuk kendaraan yang datang dari arah timur, petugas memperbolehkan akses hingga Terminal Colo melalui portal timur yang berlokasi di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe.

Respons Terhadap Keluhan Ekonomi Warga

Pembukaan jalur ini juga menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat setempat. Sebelumnya, Anggota DPRD Kabupaten Kudus, Muhammad Antono, sempat melontarkan kritik keras terhadap kebijakan penutupan akses bus secara total. Menurutnya, penutupan tersebut sangat memukul ekonomi warga di sepanjang jalur wisata.

“Saya menangkap permasalahan dari warga Dawe. Karena ini bulan ramai peziarah (Bulan Rajab), kalau akses ditutup kasihan mereka yang bergantung dari wisatawan,” kata Antono.

Ia mencatat ada sekitar 1.200 warga yang terdampak langsung, mulai dari pedagang di area makam, tukang ojek, hingga pelaku wisata di sepanjang jalan Kecamatan Dawe. Dengan dibukanya kembali jalur barat bagi medium bus dan mobil, diharapkan geliat ekonomi di kawasan wisata religi Sunan Muria kembali pulih, terutama di tengah puncak kunjungan peziarah bulan ini. (AS/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.