PAD Pariwisata Kudus 2018 Lampaui Target

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus mencatat sepanjang 2018, retribusi obyek wisata menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 102,7 persen dari target Rp 3,1 miliar.

Plt. Kepala Disbudpar Kudus, Rahma Haryanti, Ada empat obyek wisata yang menyumbang capaian PAD tersebut yakni kawasan taman krida, museum, colo dan tugu identitas. ”

Kata Rahma, kawasan obyek wisata Colo masih menjadi obyek wisata favorit wisatawan Kudus dan sekitarnya saat musim liburan.

TRENDING :  Warga Klaling Temukan Gading Gajah Purba

Tak heran, kawasan tersebut mendominasi masukan PAD terbesar di sektor wisata.

Selain itu, kata Rahma, selain wisata religi ziarah sunan muria, adanya wisata alam dan hasil kopi muria yang dikelola masyarakat juga turut andil menarik wisatawan.

Pihaknya juga akan merambah wisata baru di Kudus, “Benar, saat ini akan mengembangkan obyek wisata pendukung adanya waduk logung,” ujar Rahma kepada awak media saat Coffee Morning di kantornya, Rabu (2/1/2019).

TRENDING :  Kampung Pelangi Kranggan Destinasi Wisata Muda Mudi

Melihat capaian ini, lanjut Rahma, tahun 2019 optimis target retribusi pariwisata akan mengalami kenaikan. “Untuk itu, kami akan berusaha melakukan pembenahan yang terbaik untuk pariwisata Kudus ke depan,” harapnya.

Pihaknya juga akan merambah wisata baru di Kudus, terutama Kudus bagian timur, “Benar, saat ini akan mengembangkan obyek wisata pendukung adanya waduk logung di Kandangmas, kebetulan waduk logung disangga 3 desa, Kandangmas, Tanjung Rejo dan Terban dengan wisata sejarah purbakala nya. Dan Rencananya bisa dibuat paket wisata yang akaj ditawarkan ke wisatawan,” terangnya.

TRENDING :  PR Sukun bersama Yayasan Ponpes Raudlatuth Thalibin Bendan Gelar Haul ke - 58 KHR Asnawi

Pihaknya sedang giat-giatnya mengembangkan wisata museum sejarah purbakala pati ayam. “Saat temu teknis RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), kami sudah mengusulkan pembelian tanah warga di belakang museum pati ayam, dikarenakan anggaran bisa turun manakala tanah yang digunakan harus milik pemda,” pungkasnya. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :