Padi Jenis MSP I Made In Desa Ronggo, Capai 13,6 Ton Per Hektar

oleh -635 Dilihat

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Panen raya tahun ini membuat warga Desa Ronggo bisa bernafas lega, karena panen yang dihasilkan dari benih jenis MSP I mampu menghasilkan panen 13,6 ton/hektar. Bibit jenis MP ini didapat dari seorang Prof IPB kemudian dikembangkan dan diteliti Sugandam warga asli Desa Ronggo Kecamatan Jaken. Setelah ditangkar bibit tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada warga untuk ditanam. dan apa yang di lakukan Sugandam ternyata tidak sia-sia. Kondisi ini berbeda dari panen sebelumnya, yang hanya memperoleh hasil kurang dari Sembilan ton.

Tak ayal, desa tersebut menjadi salah satu desa penyumbang beras di Pati, yang dibaiat menjadi lumbung padi di Jawa tengah. Melimpahnya panen padi di Desa Ronggo bukan tanpa sebab, para petani beralih menggunakan padi jenis MSP 1.

Jenis Padi ini, merupakan salah satu jenis bibit padi yang baik dan sangat cocok ditanam didaerah kering seperti daerah pegunungan yang mengandalkan tadah hujan atau daerah gersang, ilwal tersebut disampaikan salah satu petani asal desa Ranggo Jaken Sabtu, (13/3) saat ditemui awak media di sawah saat melakukan panen raya.

“Disini kebanyakan sawahnya, sawah tadah hujan karena lahan kurang air dan tidak ada irigasi disini. Tapi, saat kami mencoba padi MSP 1 ternyata hasilnya lebih dari yang kami perkirakan sebelumnya,” ucapnya Darto

Darto menyampaikan, bahwa dia sudah sering kali mencoba beberapa varian jenis bibit yang ditanam disawahnya, namun dari beberpa varian bibit tersebut yang menghasilkan panen memuaskan hanya dari bibit jenis MSP I ini.

“Untuk hasil dibanding benih padi yang lain, MSP bisa dua kali lipat hasilnya. Contohnya, dalam satu male bisa mencapai 510 bulir per male. Untuk jenis padi lain di wilayah Pati Selatan, hanya mampu mencapai 130 bulir saja,” terangnya.

“Padi ini tidak butuh air banyak, selain itu perawatan dan pemupukan pun mudah. Malahan, tidak mau kalau dikasih pupuk kimia banyak-banyak, bagusnya padi ini dikasih pupuk organik,” terang Anggota Gerakan Petani Nusantara (GPN) itu. (Wr)

No More Posts Available.

No more pages to load.