PC IPNU-IPPNU Kudus Hidupkan Kembali Permainan Tradisional

oleh -320 Dilihat

Kudus, isknews.com- Pengurus Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Kudus menyelenggarakan Festival Dolanan Tradisional yang bertemakan “Merawat Budaya Lokal dalam Menghadapi Tantangan Zaman”, Dalam peringatan Harlah IPNU Ke-63 dan IPPNU Ke-62, sejumlah permainan antara lain bakiak, gobak sodor, dan satu langkah satu tujuan tampil kembali di Lapangan Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jumat (10/3).

Peserta festival dolanan tradisional terdiri daru pelajar NU Kota, Jati, Kaliwungu, Mejobo, Jekulo, Gebog, Undaan, dan Bae.

Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Khotimatussa’adah mengatakan, kompetisi yang diikuti seluruh pimpinan anak cabang IPNU-IPPNU sekabupaten Kudus ini bertujuan mempererat tali silaturahim antara pengurus cabang dan anak cabang.

“Kami menyelanggarakan festival dolanan tradisional bukan sekedar permainan dan perlombaan tapi memang dolanan ini sangat bermanfaat dan banyak nilai positif yang bisa kita dapatkan antara lain kekompakan, kerjasama, tanggung jawab, peduli, saling menghargai, untuk itulah kenapa permainan ini harus kita jaga, lestrikan dan rawat jangan sampai dolanan tradisional ini hilang, terkisis, tergeser oleh permainan modern seperti gadget dan game online. generasi kita kedepan harus kenal dan tetap bisa merasakan dolanan tradisonal dengan dolanan ini lah generasi kedepan memiliki sikap peduili pada sekitar, bisa bersosialisasi dengan teman-teman sebaya, tidak hanya asyik dengan dirinya dan gadget,” Kata Ima.

Mereka ingin menghidupkan budaya leluhur di tengah kemajuan dan perkembangan teknologi informasi yang saat ini berkembang luas dan bebas di kalangan pelajar saat ini.

M. Wahyu Saputro Ketua PC IPNU Kudus ingin mengingatkan kembali generasi muda saat ini terhadap permainan yang juga dimainkan para orang tua dulu. “Kita menyadari bahwa permainan tradisional ini merupakan salah satu wujud akar budaya lokal yang mulai tergerus oleh aktivitas budaya luar. Pudarnya permainan tradisional ini adalah merupakan budaya untuk meningkatkan cara-cara bersosial,” ujarnya. (GP)

KOMENTAR SEDULUR ISK :