PC RTMM dan BLK Kudus Gelar Pelatihan Ketrampilan Bagi Ratusan Keluarga Pekerja Rokok

oleh -557 kali dibaca
Ketua RTMM Suba'an dan Plt Kepala UPTD BLK, Sri Riswanti bergambar bersama para peserta pelatihan dan staf Disnaker (Foto: YM)

Kudus, isknews.com – Pembukaan pelatihan bagi para pencari kerja khusus pekerja rokok dan keluarganya resmi dimulai, pada Rabu (29/09), bertempat di gedung PC Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (RTMM) jalan Sunan Muria Kudus.

Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP RTMM – SPSI) Kabupaten Kudus bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperinkop dan UKM) Kabupaten Kudus.

“Pelatihan kali ini memang khusus diperuntukkan bagi ratusan keluarga besar para pekerja rokok yang ada di Kabupaten Kudus. Ini memang realisasi dari apa yang kami usulkan kepada pembuat kebijakan terkait peningkatan kesejahteraan bagi buruh dan keluarganya,” ujar Ketua PC FSP RTMM – SPSI Kabupaten Kudus, Suba’an Abdul Rochman disela-sela pembukaan program pelatihan, Rabu (29/09/2021).

Ada 11 kejuruan yang akan dilatihkan pada para pekerja rokok serta anggota keluarganya, antara lain, tata boga, menjahit pakaian, make up artis, setir mobil, operator komputer, otomotif mobil, las smaw, learning management system (digital market), roasting coffe, hydroponik, serta barista.

“Tempat pelatihan sebagian kami gelar di sekretariat RTMM, namun sebagian lagi dilaksanakan di gedung BLK milik Disnaker Kudus,” terang dia.

Terkait dengan anggaran yang digelontorkan untuk penyelenggaraan pelatihan tersebut bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT). Yang mana, sesuai dengan PMK No. 206, 2020 tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBH CHT, khususnya pada Pasal 3, ayat (3) dan Pasal 5, ayat (2), (3), dan (4).

Para peserta pelatihan tata boga saat mempersiapkan peralatan prakteknya (Foto: YM)

“Bagi kami ketentuan pada Pasal 5 ini telah dengan gamblang menerangkan salah satu pemanfaatan DBH CHT, khusus bagi pekerja rokok,” sebutnya.

Dengan adanya pelatihan ini, Suba’an berharap, kerjasama akan terus berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya. Dimana PC FSP RTMM – SPSI beserta anggotanya terus dilibatkan dalam kegiatan pembinaan.

“Kalau harapan bagi peserta, setelah ini paling tidak nanti ada tindak lanjutnya, yaitu bagaimana bagi mereka yang sudah ikut pelatihan ini bisa memasarkan di masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala UPTD BLK, Sri Riswanti, menambahkan, anggaran dana dari DBH CHT yang digelontorkan untuk kegiatan pelatihan ini sebanyak 2,69 miliyar rupiah. Dengan sasasaran peserta dari 11 kejuruan sejumlah 552 peserta.

Dengan lama hari pelatihan yang berbeda-beda untuk tiap kejuruan, mulai dari 5 hari hingga 22 hari.

“Kalau hari ini ada 2 pelatihan, yaitu menjahit yang akan dilakukan selama 22 hari ke depan, dan tata boga selama 7 hari ke depan,” ucapnya.

Para peserta pelatihan menjahit di salah satu ruang aula RTMM Kudus (Foto: YM)

Pihaknya pun berharap, dengan adanya pelatihan ini, para peserta nantinya bisa memiliki keterampilan baru, sehingga bisa menciptakan peluang usaha sendiri dan menjadi wirausaha baru.

“Harapannya, mereka bisa membuka usaha sendiri di rumah, kemudian menjadi wirausaha baru,” pungkasnya. (MY/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

No More Posts Available.

No more pages to load.