Pelajar SMA 2 Kudus Torehkan Prestasi Tenis Lapangan Tingkat Nasional dan Internasional

oleh -157 Dilihat

Kudus, ISKNEWS.COM – Luis Darsono Monikha (14 tahun) siswa Kelas X MIPA II SMA 2 Kudus belum lama ini menorehkan prestasi Nasional bahkan Internasional pada olahraga tenis lapangan. Sederet prestasi telah diraih petenis muda kelahiran 29 Juni 2004 silam ini.

Ia bersama 5 teman lainnya dari tanah air pernah mewakili Indonesia pada ajang “2018 World Junior Tennis Competition Boys and Girls U 14” di Nontabhun, Thailand Maret 2018 lalu.

Hasilnya, petenis yang usianya rata-rata masih muda itu menempati urutan ke-11 dari 16 negara yang mengikuti event tersebut. Sebelum berangkat ke Thailand, Ia harus melewati rangkaian proses seleksi dari Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI).

Kemudian pada event “Surabaya Internasional Junior Tenis Championship” bulan kemarin (oktober), Luis meraih juara 1.

Sedangkan pada level Nasional, Luis telah mengantongi rentetan kejuaraan. Yang baru saja digelar bulan ini, Ia berhasil meraih 2 kejuaraan sekaligus, yakni juara 2 (ganda) dan juara 3 (tunggal) pada event “Tugu Muda Cup” di Ambarawa Semarang Jawa Tengah, 12-18 November 2018.

Pada tahun 2014 lalu, siswa lulusan SMP 1 Gebog itu pernah menjuarai turnamen tenis junior Widjojo Soedjono di Surabaya. Selain itu, pada tahun 2017 Luis berhasil meraih juara pada kejuaraan tenis junior New Armada Cup di Magelang dan Piala Tugu Muda di Ambarawa. Kemudian juara 1 (tunggal) pada kejuaraan Bupati Cup di Ngawi Jawa Timur.

Luis merupakan anak ke 4 dari 4 bersaudara, hasil pernikahan antara Ngatmono dan Titik Anikhawati. Ia berdomisili di Desa Besito RT 4 RW 7, Kecamatan Gebog, Kudus.

Besar di keluarga pecinta tenis membuatnya lebih bisa fokus menekuni olahraga ini. Terlebih lagi, kata Luis, pelatih yang juga sekaligus ayahnya itu pernah meraih emas pada PON 1985 di Jakarta cabang olahraga tenis.

Ia mulai terlihat bakatnya sejak anak-anak, “Saya jatuh cinta pada olahraga ini semenjak masih kecil, kira2 kelas 2 SD,” kata Luis saat ditemui awak media di ruang kepala sekolah, SMA 2 Kudus, Senin (19/11/2018).

Jika latihan bisa menghabiskan waktu kira-kira empat jam sehari. Mulai dari fisik sampai teknik memukul menjadi santapan wajib latihannya. Ia biasa latihan rutin di lapangan tenis Koperasi Rukun Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus. “Saya harus bisa membagi antara sekolah dan olahraga ini,” ujar Luis.

Sementara itu, ditemui ditempat yang sama, Sri Haryoko Kepala SMA 2 kudus sangat mendukung pengembangan minat dan bakat para siswanya, terutama yang telah menorehkan prestasi. Pihaknya trrua memotivasi supaya lebih giat lagi dalam mengembangkan prestasi non akademik. (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :