Semarang, isknews.com – Pasangan Bupati dan Waki Bupati terpilih Kabupaten Kudus untuk masa bakti 2018-2023 HM. Tamzil Dan HM Hartopo, pagi tadi dilantik dan diambil sumpahnya oleh gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di gedung Gradika Bhakti Praja, Semarang, Senin (24/9/2018).
Pelantikan Tamzil –Hartopo juga berbarengan dengan pelantikan tiga kepala daerah yang lain di Jawa Tengah. Tiga kepala daerah tersebutdi antaranya merupakan hasil pemilihan bupati-wakil bupati serentak pada 27 Juni 2018 lalu dan seorang kepala derah lagi adalah seorang wakil walikota yang dilantik akibat kosongnya posisi walikota.
Tiga pasang bupati dan wakil bupati terpilih periode 2028-2023 yang dilantik, yaitu Muhammad Tamzil dan HM Hartopo untuk Kabupaten Kudus, Achmad Husein dan Sadewo Tri Lastiono di Kabupaten Banyumas, Al Khadiq dan Heri Ibnu Wibowo di Kabupaten Temanggung.
Sementara satu kepala daerah lain yang dilantik adalah dari Kota Tegal yaitu mengangkat Wakil Wali Kota Tegal Nursholeh menjadi wali Kota Tegal hingga 2019 mendatang setelah kejadian operasi tangkap tangan (OTT) Wali Kota Tegal Siti Masitha.
Dalam pidato sambutannya, Ganjar memberi pesan kepada para kepala daerah yang baru itu untuk mempercepat pembangunan infrastruktur hingga merespons komplain dari masyarakat, ia meminta kepala daerah untuk aktif bermedia soaial.
“Memang kita harus ‘jembar dadane dan dowo ususe’ mendengar celotehan dari netizen, tapi lama-kelamaan kita akan terbiasa dengan hal tersebut,” katanya.
Khusus untuk Kabupaten Kudus, Ganjar meminta penataan lingkungan karena banyak perusahaan besar yang menyalurkan dana CSR.
“Saya titip tata ruangnya. Lahan untuk pangan di Kudus saya kira perlu dikontrol, ditata kalau bisa pembangunan perumahannya, karena lahannya semakin sempit,” ucap Ganjar.
Ganjar meminta untuk melakukan penataan terhadap lahan subur mengingat perkembangan industri lebih maju dibanding daerah lain.
Selain itu, Bupati M Tamzil juga diminta untuk mengembangkan ekonomi kreatif dengan mengoptimalkan CSR-CSR yang ada di sana untuk para pelaku UMKM.
” kalau bisa pembangunan perumahannya, karena lahannya semakin sempit, membangunnya vertikal saja,” tandasnya. (YM/YM)










