PELTI Pati Kesulitan Cari Atlet Junior, Bupati Cup Jadi Andalan

oleh -13 Dilihat

PATI, ISKNEWS.COM — Regenerasi atlet tenis di Kabupaten Pati mulai menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PELTI) Pati. Jumlah pemain junior yang terus berkurang membuat upaya mencari bibit atlet baru perlu lebih digencarkan.

Salah satunya melalui gelaran Bupati Cup XXIV Tahun 2026. Turnamen ini menjadi kesempatan bagi atlet kelompok umur 10, 12, dan 14 tahun untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengasah prestasi.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, Bupati Cup menjadi wadah penting untuk mengembangkan potensi anak-anak Pati di bidang olahraga tenis.

Namun, di balik munculnya sejumlah atlet berbakat, persoalan regenerasi masih menjadi perhatian PELTI Pati.

Ketua PELTI Pati, Joni Kurnianto, mengakui jumlah atlet junior tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai dari atlet yang pindah membela kabupaten lain, hingga sebagian pemain yang sudah lulus sekolah, kuliah, bahkan bekerja.

“Memang atlet junior kita berkurang drastis. Ada yang diambil kabupaten lain, ada yang sudah lulus, kuliah, hingga bekerja. Repotnya di situ,” ungkap Joni.

Untuk menarik minat pemain muda, PELTI Pati sengaja mengundang atlet junior dari wilayah eks Karesidenan Pati dalam kejuaraan tahun ini.

Langkah tersebut diharapkan bisa memancing semangat anak-anak di Kabupaten Pati agar kembali tertarik menekuni olahraga tenis.

“Kita sengaja mengundang atlet se-Karesidenan untuk memancing anak-anak junior kita di Pati. Karena jumlahnya memang sangat kurang. Harapannya, minat anak-anak untuk bermain tenis bisa tumbuh lagi,” jelasnya.

Kondisi Lapangan Tenis Ikut Jadi Sorotan

Selain persoalan atlet, kondisi fasilitas lapangan tenis juga menjadi perhatian. Risma Ardhi Chandra menyebut pihaknya telah menyampaikan kondisi tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah.

Pasalnya, lapangan tenis yang berada di kawasan Pengkabwil Pati merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sejumlah fasilitas dinilai membutuhkan perbaikan, termasuk lampu penerangan yang sudah tidak berfungsi.

Risma berharap pemerintah provinsi bisa memberikan perhatian terhadap pembenahan lapangan tersebut pada 2027 mendatang.

“Semoga tahun 2027 nanti bisa diatensi oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah, sehingga lapangan ini bisa dipergunakan kembali secara maksimal untuk perlombaan maupun tempat anak-anak Kabupaten Pati berlatih tenis,” harapnya.

Joni Kurnianto juga berharap adanya perbaikan fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan kompleks enam lapangan tenis dengan lokasi strategis dan area parkir yang memadai sangat mendukung kegiatan pembinaan maupun pertandingan.

PELTI Pati berharap pembenahan fasilitas bisa berjalan beriringan dengan penguatan pembinaan atlet junior.

Dengan begitu, Bupati Cup tidak hanya menjadi agenda turnamen tahunan, tetapi juga menjadi salah satu jalan untuk melahirkan kembali petenis-petenis muda berprestasi dari Kabupaten Pati. (Mel)

No More Posts Available.

No more pages to load.