Pembangunan Citywalk On The Track, Bakal Dipasang Guiding Block Bagi Tunanetra

oleh -191 kali dibaca

Kudus, isknews.com – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Arief Budi Siswanto mengklaim, pengerjaan citywalk di Jalan Sunan Kudus tetap on track. Pengerjaan pengurukan tanah juga telah dilakukan secara maksimal.

“Saat ini progres pembangunan citywalk sudah mencapai 40,07 persen. Fokus pekerjaan yang dilakukan yakni pemasangan u ditch, pembuatan node timur dan tengah lalu pemasangan granit juga sudah mulai dikerjakan. Uji kekuatan lantai sudah kami lakukan,” kata Arief, Rabu (04/11/2020).

Selain itu juga fungsi resapan air pada musim penghujan. Setelah jadi citywalk dapat menyerap genangan air ketika musim hujan.

Plt Kepala Dinas PPUPR Arief Budi Siswanto dan staf saat meninjau pelaksanaan pembangunan citywalk beberapa saat lalu (Foto: YM)

City walk di Jalan Sunan Kudus mengusung konsep heritage dan asri. Jalur pedestrian ini juga ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Pihkanya juga bakal memasang guiding block.

“Guiding block itu lantai khusus bagi penyandang tunanetra. Sesuai desain engineering detail (DED) city walk dibangun dengan mengutamakan fungsi bagi pejalan kaki,” terangnya.

Dalam rancangan desainya, sepanjang jalur city walk ini dibangun sejumlah bangunan ikonik di beberapa titik. Seperti tulisan Citywalk Jalan Sunan Kudus di dua titik. Pertama di pintu masuk, atau sebelah barat Sungai Gelis. Satunya lagi ditempatkan di kawasan rutan.

”Rancangannya ada gapura di sebelah kanan dan kiri,” tambahnya.

Jaluir pedestrian yang digelontor anggaran sebesar Rp 14,323 miliar juga menyediakan tempat khusus untuk PKL di malam hari. Masyarakat akan disajikan kuliner khas Kota Kudus. Sementara penyedian kantong parkir di terapkan pada bahu jalan di sebelah selatan.

Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo memastikan pembangunan citywalk di Jalan Sunan Kudus berjalan lancar. Dalam proses pembangunan, pelaksana proyek didampingi oleh tim TP4D.

Hal ini dilakukan untuk memastikan semuanya dikerjakan sesuai dengan perencanaan. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga diminta rutin monitoring.

”Apa yang sudah ada di RAB harus dilaksanakan. Mulai dari desain, proses hingga spesifikasi material sesuai dengan RAB. Seperti contohnya spesifikasi meterial untuk trotoar jangan yang licin,” kata Hartopo.

Hartopo mengku sering mengecek ke lokasi. Selain memantau pelaksanaan pekerjaan juga memastikan aktivitas pembangunan tidak menggangu masyarakat di sekitar.

”Sudah saya tinjau. Saya juga menanyakan ke warga, katanya sampai saat ini tidak terganggu karena sudah diberikan akses. Saya juga beri pengertian agar warga bisa bersabar. Ketika proses pembangunan selesai masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya,” ujarnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :